PPGKEMENAG.ID — PT Summarecon Agung Tbk melalui unit bisnisnya telah memulai konstruksi utama Summarecon Mall Makassar. Langkah ini menandai fokus pengembang besar terhadap dinamika pasar ritel di luar Pulau Jawa, khususnya Makassar, Sulawesi Selatan, yang kini dianggap sebagai “raksasa tidur” dalam peta konsumsi nasional.
Proyek ini akan menjadi jangkar bagi kawasan terpadu Summarecon Mutiara Makassar. Pemasangan tower crane di lokasi mengindikasikan bahwa pekerjaan fondasi telah rampung sepenuhnya, membawa pembangunan pusat perbelanjaan ini ke tahap struktur utama.
Konsep Ruang Berbasis Pengalaman
Pusat perbelanjaan seluas 10,6 hektar ini mengusung konsep yang berbeda dari mal konvensional. Summarecon mengintegrasikan area indoor dan outdoor dalam satu kesatuan. Pendekatan ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku konsumen pascapandemi yang cenderung menyukai ruang dengan sirkulasi udara alami dan area terbuka hijau.
Dengan langgam arsitektural modern yang fungsional, Summarecon Mall Makassar dirancang sebagai destinasi one stop shopping. Fokus konsepnya adalah menciptakan pengalaman ruang yang terintegrasi antara area komersial dan fasilitas gaya hidup, menjadikan kunjungan lebih dari sekadar aktivitas berbelanja.
Pembangunan yang dimulai sejak tahun 2025 ini diproyeksikan menjadi mal kelima dalam portofolio Summarecon, menyusul keberhasilan empat mal sebelumnya di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, dan Bandung.
Director Summarecon, Soegianto Nagaria, menegaskan bahwa keberadaan mal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan baru. Menurut Soegianto, pengembangan Summarecon Mall Makassar memperkuat posisi Summarecon Mutiara Makassar sebagai kawasan terpadu yang terus tumbuh.
Kami ingin mendorong kawasan ini sebagai pusat bisnis, lifestyle, dan kegiatan berskala nasional di wilayah timur Indonesia.
Summarecon Mall Makassar akan menghadirkan beragam tenant unggulan, mulai dari supermarket, bioskop, department store, hingga The Downtown Walk. Fitur The Downtown Walk, yang telah sukses di Summarecon Mall Serpong, Summarecon Mall Bekasi, dan Summarecon Mall Bandung, akan dihadirkan sebagai destinasi wisata kuliner dengan konsep Alfresco Dining di suasana outdoor, dilengkapi hiburan live music setiap harinya.
Berbagai kategori produk dan layanan akan tersedia, mencakup fashion, food & beverages, lifestyle, entertainment, services, hingga berbagai destinasi berbasis pengalaman (experiential destination) lainnya.
Pengalaman Melebihi Transaksi
Ekspansi pusat perbelanjaan ini sejalan dengan analisis sektor ritel terbaru. Laporan dari Colliers menunjukkan bahwa mal masa kini tidak lagi dapat hanya mengandalkan penyewa pakaian atau barang kebutuhan pokok. Tren global mengarah pada experience-based retail, di mana konsumen datang ke mal untuk mencari pengalaman sosial, hiburan, dan kuliner, bukan sekadar bertransaksi.
Senada dengan itu, riset CBRE Indonesia juga menyoroti pentingnya konsep neighbourhood mall dan family mall di kawasan satelit atau kota mandiri.
Mal yang sukses adalah mal yang mampu menjadi perpanjangan ruang tamu bagi penghuni di sekitarnya.
Demikian disampaikan Senior Director and Co-Head of Office Services at CBRE Indonesia, Albert Dwiyanto. Dengan menempatkan mal di tengah kawasan hunian Summarecon Mutiara Makassar, pengembang berupaya membangun ekosistem konsumsi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Aspek penting lain dari pembangunan ini adalah penerapan prinsip Transit Oriented Development (TOD). Meskipun berlokasi di wilayah pengembangan baru, aksesibilitas menjadi prioritas melalui pembangunan infrastruktur yang terencana. Lokasi mal dirancang agar mudah dijangkau dari berbagai klaster hunian, bertujuan mengurangi ketergantungan pada mobilitas jarak jauh.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
