PPGKEMENAG.ID — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengingatkan Pemerintah Provinsi Lampung untuk tidak mengabaikan aspek lingkungan dan penghijauan dalam pembangunan Kota Baru Bandar Negara (KBN). Ia menegaskan, kawasan tersebut harus dijaga agar tidak berujung gundul.
Pernyataan tersebut disampaikan Ara usai menghadiri kegiatan penanaman pohon di kawasan Kota Baru, Lampung. Dalam kesempatan itu, politikus Gerindra ini memberikan apresiasi terhadap persiapan kawasan hijau yang telah dilakukan sebelum pembangunan kota baru dimulai secara masif.
“Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Anshori (Tenaga Ahli Pendamping Gubernur Lampung Bidang Infrastruktur) yang sangat punya hati dan profesional, bagaimana nanti ada hewan juga yang bisa hidup, ada satu ekosistem yang luar biasa,” ujar Ara, mengutip penjelasan Anshori.
Menurut Ara, meskipun rencana pembangunan KBN merupakan langkah positif, persiapan penghijauan kawasan harus dilakukan sejak awal sebelum pembangunan fisik berjalan lebih masif.
“Kita tadi di sini rencananya akan dibangun kota baru. Saya senang sudah dipersiapkan ada kota baru, tapi pohon-pohonnya juga sudah dipersiapkan. Jadi, jangan nanti kota baru tapi jadi gundul,” tegasnya.
Keputusan Tepat
Ara menilai, langkah menyiapkan pohon dan kawasan hijau sejak dini merupakan keputusan yang baik. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan saat kota mulai berkembang dan dihuni masyarakat.
“Pohonnya dari awal sudah dipersiapkan dengan baik pada saat kotanya belum dipakai, belum jadi. Jadi, sangat bagus,” tambah Ara.
Ia juga turut mengapresiasi perhatian Real Estat Indonesia (REI) terhadap isu lingkungan dalam berbagai program pembangunan perumahan.
“Saya lihat REI, teman-temannya Pak Joko, selalu mempertimbangkan soal lingkungan,” kata Maruarar.
Melihat kesadaran tersebut, Ara mengaku langsung menginisiasi rencana kebijakan penanaman pohon di setiap rumah subsidi maupun rumah komersial yang dibangun pengembang.
“Saya langsung menginisiasi kalau di setiap rumah subsidi dan juga komersial nanti kita buat kondisi paling tidak satu pohon, satu rumah,” jelasnya.
Ara menyebut, jika program tersebut diterapkan pada rumah subsidi saja, potensi pohon yang ditanam bisa mencapai ratusan ribu setiap tahun.
“Kalau rumah subsidi itu satu tahun kuotanya 350.000 (unit), kalau satu pohon berarti ada 350.000 pohon tertanam. Belum lagi tinggal kesadaran dari masyarakat,” tutup dia.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
