PPGKEMENAG.ID — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di berbagai daerah dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Pembangunan ini telah menyerap 59.541 tenaga kerja yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan SR merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus investasi jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia nasional. “Pembangunan SR ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Dody dalam rilisnya, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data pelaksanaan konstruksi per 7 Mei 2026, puluhan ribu tenaga kerja yang terlibat mencakup pekerja lapangan, tenaga teknis, operator alat berat, hingga tenaga pendukung lainnya di berbagai lokasi proyek.
Kementerian PU memandang bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor edukasi, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal. Hal ini tercermin dari penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok material konstruksi yang masif.
Seiring dengan percepatan pekerjaan di lapangan, progres pembangunan SR Tahap II menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hingga 7 Mei 2026, progres fisik rata-rata telah mencapai 45,91 persen, naik dari capaian 40,27 persen pada 1 Mei 2026.
Medan Makin Progresif
Beberapa lokasi pembangunan mencatat progres yang sangat signifikan. Kota Medan memimpin dengan capaian 64,48 persen, diikuti Kabupaten Sragen 63,22 persen, Kota Bengkulu 62,17 persen, Kabupaten Ogan Ilir 62,07 persen, dan Kota Makassar 62,04 persen.
Untuk memastikan target penyelesaian tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan, Kementerian PU telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan. Satgas ini melibatkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Ditjen Prasarana Strategis, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Kementerian PU juga meminta seluruh penyedia jasa konstruksi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelaksana untuk memastikan langkah percepatan berjalan optimal di setiap lokasi pembangunan. Kontrak pelaksanaan proyek pun telah disesuaikan dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026.
Berbagai strategi percepatan telah diterapkan di lapangan. Ini meliputi pengerjaan seluruh bangunan secara paralel, penambahan jumlah tenaga kerja, pemberlakuan kerja lembur, percepatan mobilisasi material, hingga penambahan alat konstruksi seperti crane, alat pancang, ekskavator, dan mobile batching plant (BP).
Selain itu, penyesuaian metode konstruksi juga dilakukan untuk mempercepat pekerjaan. Strategi ini mencakup penggunaan struktur baja, metal deck, wire mesh, serta teknologi hollow core slab pada plat lantai.
SR Tahap II dirancang untuk dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektar yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Setiap kawasan akan menjadi pusat pendidikan terpadu yang melayani jenjang SD, SMP, dan SMA.
Fasilitas yang akan dibangun sangat komprehensif, meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, hingga ruang terbuka hijau.
Kementerian PU terus mendorong penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Langkah ini diambil agar seluruh proyek dapat selesai tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
