PPGKEMENAG.ID — Sebuah batu rubi raksasa seberat 11.000 karat atau setara 2,2 kilogram ditemukan di Myanmar. Penemuan luar biasa ini dilaporkan oleh media pemerintah pada Jumat (8/5/2026), menjadikannya salah satu temuan terbesar di negara yang dikenal sebagai produsen batu mulia terkemuka dunia tersebut.
Batu permata berwarna merah keunguan dengan nuansa kekuningan ini ditemukan di wilayah Mogok, sebuah kawasan legendaris yang telah lama menjadi surga bagi para pemburu perhiasan. Dalam pernyataan resminya, pemerintah yang didukung militer menyebut temuan ini sebagai sesuatu yang istimewa.
“Rubi raksasa ini memiliki warna merah keunguan dengan nuansa kekuningan dan dianggap memiliki kualitas warna tingkat tinggi,” tulis pernyataan tersebut.
Pihak pemerintah menambahkan bahwa rubi tersebut merupakan benda yang sangat besar, langka, dan sulit ditemukan. Meski begitu, temuan kali ini masih kalah besar jika dibandingkan dengan rubi 21.450 karat yang ditemukan di wilayah yang sama pada tahun 1996.
Kendati demikian, batu yang baru ditemukan ini diklaim memiliki nilai yang jauh lebih tinggi. Pemerintah menjelaskan, nilai tersebut didasarkan pada warna, kejernihan, dan kualitas keseluruhannya yang lebih unggul. Namun, mereka tidak merinci secara pasti estimasi nilai pasar dari batu tersebut.
Halaman depan surat kabar pemerintah, Global New Light of Myanmar, menampilkan foto pemimpin junta yang kini menjabat sebagai presiden, Min Aung Hlaing, tengah memeriksa batu merah besar itu di kantornya.
Wilayah Mogok di wilayah Mandalay telah lama menjadi pusat perhatian dunia. Selama berabad-abad, para kaisar, raja, hingga panglima perang bersaing memperebutkan lembah ini demi mendapatkan batu “darah merpati” yang unik. Rubi Mogok dikenal sebagai yang termahal di dunia, dengan kualitas tertinggi bisa mencapai jutaan dollar AS untuk perhiasan.
Di sisi lain, industri batu mulia di Myanmar sering kali dikritik karena kurangnya regulasi yang ketat.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
