PPGKEMENAG.ID — Intelijen Amerika Serikat (AS) meyakini Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, memegang peranan vital dalam merumuskan strategi perang bersama para pejabat senior Teheran. Meskipun belum terlihat di depan umum sejak terluka parah dalam serangan yang menewaskan ayahnya dan beberapa pemimpin militer tertinggi di awal perang, Mojtaba Khamenei diperkirakan turut mengarahkan negosiasi dengan AS untuk mengakhiri konflik.
Keterlibatan Mojtaba semakin disorot setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melaporkan telah mengadakan pertemuan dua setengah jam dengannya. Ini menjadi pertemuan tatap muka pertama yang dilaporkan antara pejabat tinggi Iran dan pemimpin tertinggi baru tersebut.
Menurut beberapa sumber yang mengetahui laporan intelijen AS, otoritas atau pembagian wewenang yang tepat dalam rezim masih belum jelas. Namun, peran Mojtaba Khamenei dalam mengarahkan strategi dan negosiasi menjadi fokus utama analisis intelijen.
Mojtaba Hanya Sesekali Dihubungi
Meski demikian, terdapat pandangan berbeda terkait penilaian intelijen AS mengenai keterlibatan Mojtaba dalam merumuskan strategi negosiasi Iran. Seorang sumber yang mengetahui informasi terbaru menyatakan bahwa ada bukti yang menunjukkan Mojtaba cukup jauh dari proses pengambilan keputusan dan hanya sesekali dapat dihubungi.
Akibatnya, para pejabat senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada dasarnya menjalankan operasi bersama dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Sumber tersebut menambahkan bahwa tidak ada indikasi Mojtaba memberikan perintah secara berkelanjutan, namun juga tidak ada bukti yang menyangkalnya.
“Tidak ada indikasi bahwa dia benar-benar memberikan perintah secara berkelanjutan, tetapi tidak ada (juga) yang membuktikan bahwa dia tidak melakukannya,” kata sumber kedua yang mengetahui penilaian intelijen AS, merujuk pada Mojtaba Khamenei.
Informasi yang beredar menyebutkan Mojtaba tidak menggunakan perangkat elektronik apa pun untuk berkomunikasi. Ia hanya berinteraksi dengan mereka yang dapat mengunjunginya secara langsung atau dengan mengirimkan pesan melalui kurir.
Penentu Keputusan-Keputusan Strategis
Terlepas dari tingkat keterlibatan langsungnya dalam pembicaraan, Ali Vaez, direktur proyek Iran di International Crisis Group, sebelumnya menyampaikan bahwa Mojtaba tetap menjadi penentu keputusan strategis. Vaez menjelaskan bahwa sistem kepemimpinan Iran memanfaatkan Mojtaba untuk mendapatkan persetujuan akhir atas keputusan-keputusan strategis yang penting, bukan untuk taktik-taktik dalam negosiasi.
Vaez menambahkan, sistem ini memang sengaja menonjolkan keterlibatan Mojtaba karena hal itu berfungsi sebagai tameng pelindung dari kritik internal. Berbeda dengan ayahnya yang sering tampil ke publik dan mengomentari perkembangan negosiasi, Mojtaba cenderung berada di balik layar.
Mojtaba Khamenei diumumkan sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru beberapa hari setelah serangan AS-Israel yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei. Hingga saat ini, komunitas intelijen AS belum dapat memastikan keberadaannya secara visual. Hal ini kemudian memicu spekulasi tentang kondisi kesehatannya dan perannya yang sebenarnya dalam struktur kepemimpinan Iran.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
