— Sebuah kisah dramatis datang dari Dalian, China, di mana seorang bocah laki-laki berusia empat tahun secara ajaib selamat setelah terjatuh dari lantai 11 sebuah gedung apartemen. Insiden mengerikan ini terjadi saat sang bocah, yang diidentifikasi sebagai Xiaoming, berusaha melihat apakah orang tuanya sudah dalam perjalanan pulang.

Peristiwa yang menghebohkan publik ini pertama kali dilaporkan oleh Haibao News pada awal Mei, dan sejak itu menjadi viral. Kecelakaan nahas itu bermula pada 11 April lalu, ketika Xiaoming ditinggal sendirian di rumah. Kedua orang tuanya saat itu harus pergi sebentar untuk mengantar barang.

Sang ibu mengaku merasa yakin putranya aman di dalam rumah. “Itu karena pintu sudah dikunci dan begitu juga dengan kasa jendela. Ada kamera pengawas yang bisa kami gunakan untuk mengecek situasi anak kami kapan saja,” ujar sang ibu kepada media.

Namun, tak disangka, Xiaoming berhasil menemukan cara untuk membuka pengaman tersebut. “Entah bagaimana, anak itu berhasil mendapatkan kunci kasa jendela dan membukanya sendiri,” lanjut sang ibu.

Sekitar dua jam kemudian, ayah Xiaoming yang bermarga Song kembali ke rumah dan terkejut mendapati putranya tidak ada. Setelah mencari ke bawah, ia menemukan Xiaoming sudah tergeletak di lantai semen dekat gedung apartemen mereka.

Harapan Hidup Hanya 5 Persen

Song segera melarikan putranya ke rumah sakit terdekat. Tim medis menyatakan kondisi Xiaoming sangat kritis, dengan patah tulang di berbagai bagian tubuh serta kerusakan pada organ hati, limpa, paru-paru, dan ginjal.

Dokter memberi tahu kami bahwa tingkat kelangsungan hidupnya hanya lima persen. Saat mendengar ini, kami merasa seperti langit runtuh.

— Song

Xiaoming harus menjalani perawatan intensif di ICU. Selama masa itu, Song dan istrinya terus dilanda kecemasan yang mendalam setiap kali menunggu perkembangan dari tim dokter.

Setiap kali kami bertemu dokter, kami sangat gugup, takut dokter akan menyampaikan kabar buruk.

— Song

Namun, setelah 18 hari berjuang di ruang ICU, kondisi Xiaoming secara ajaib membaik. Ia pun dipindahkan ke bangsal biasa untuk menjalani rehabilitasi. Sang ibu mengenang kembali momen ketika ia menanyakan alasan putranya memanjat jendela.

Anak saya biasanya sangat penurut. Ketika kami bertanya mengapa dia memanjat jendela, dia bilang dia sangat merindukan saya. Dia ingin melihat apakah kami sudah pulang ke rumah.

— Sang ibu

Kini, orang tua Xiaoming optimis bahwa putra mereka akan pulih sepenuhnya. Bagi mereka, bertahannya Xiaoming adalah sebuah mukjizat yang tak terduga.

Ini adalah keajaiban bahwa putra kami bisa selamat.

— Orang tua Xiaoming

Perlindungan Anak di China

Kasus anak-anak yang selamat setelah jatuh dari ketinggian sering kali menarik perhatian publik di China. Tahun lalu, seorang gadis berusia sembilan tahun di Hebei juga selamat setelah jatuh dari lantai 25 dan mendarat di sebuah platform tujuh lantai di bawahnya.

Namun, tidak semua anak seberuntung itu. Di Provinsi Hainan, seorang bocah tiga tahun tewas setelah terjatuh dari koridor lantai 27 saat ditinggal sendirian oleh neneknya yang pergi berbelanja.

Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak di China, orang tua atau wali dilarang meninggalkan anak di bawah usia delapan tahun tanpa pengawasan. Meski demikian, dalam banyak kasus kecelakaan serupa, hampir tidak ada orang dewasa yang dijatuhi tuntutan hukum.