— Para pemimpin negara-negara Asia Tenggara sepakat untuk mempercepat mekanisme berbagi energi dan interkonektivitas listrik regional. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran atas gangguan pasokan energi global, terutama akibat konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos, dalam konferensi pers usai KTT ke-48 ASEAN, menegaskan pentingnya langkah tersebut. Menurutnya, seluruh negara anggota menyepakati urgensi untuk menjamin rantai pasok energi yang stabil dan andal.

Para pemimpin sepakat akan pentingnya rantai pasok energi yang stabil dan andal, interkonektivitas energi yang lebih kuat, serta percepatan diversifikasi menuju sumber energi alternatif dan terbarukan,

ujar Marcos. Kesepakatan ini juga mencakup penguatan kerja sama keamanan energi di kawasan, yang disepakati pada Sabtu (9/5/2026).

Salah satu agenda konkret yang dibahas adalah percepatan ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (APSA). Kerangka kerja ini dirancang untuk memungkinkan negara-negara anggota saling membantu dengan memasok bahan bakar, setidaknya 10 persen dari kebutuhan domestik, saat terjadi kelangkaan stok.

Percepatan penyelesaian APSA sebelumnya telah disetujui oleh para menteri ekonomi ASEAN, menyusul meningkatnya gangguan pada jalur pasokan minyak global. Konflik antara AS-Israel dan Iran secara signifikan telah memicu kekhawatiran atas stabilitas Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi perdagangan minyak dunia.

Selain mekanisme berbagi minyak, para pemimpin ASEAN juga mendorong implementasi jaringan listrik antarnegara yang dikenal sebagai ASEAN Power Grid. Proyek regional ini bertujuan untuk menghubungkan seluruh jaringan listrik negara anggota ASEAN.

Kami mendorong operasionalisasi ASEAN Power Grid untuk memungkinkan perdagangan listrik lintas batas, mendukung integrasi energi terbarukan, dan menyediakan listrik yang lebih terjangkau bagi hampir 700 juta penduduk,

jelas Presiden Marcos. Gangguan pada rantai pasok energi global menjadi salah satu isu utama yang mendominasi pembahasan dalam KTT ASEAN yang diselenggarakan Filipina tahun ini.