— Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang segera membentuk tim investigasi guna menindaklanjuti dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah seorang dosennya. Langkah ini diambil menyusul viralnya tangkapan layar percakapan bernada mesum yang diduga dikirimkan oleh dosen tersebut kepada mahasiswinya.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo, Kurnia Muhajarah, menegaskan pihaknya berkomitmen untuk mendampingi kasus ini hingga tuntas. Kurnia menyatakan, tim investigasi baru saja dibentuk sehingga belum dapat menyampaikan banyak detail kepada publik.

“Tentunya proses modularnya adalah kami membentuk tim investigasi,” ujar Kurnia saat ditemui di kantornya pada Jumat (8/5/2026). Ia menambahkan, “Jadi, prosesnya adalah saat ini kami sedang melakukan investigasi terkait dengan laporan dari medsos. Saat ini kami intensif melakukan investigasi.”

Hasil Investigasi Dilaporkan ke Pimpinan Kampus

Kurnia menjelaskan bahwa hasil dari investigasi yang dilakukan tim akan dilaporkan kepada pimpinan kampus. Laporan ini akan menjadi dasar bagi pimpinan untuk mengambil langkah etik maupun hukum yang diperlukan.

“Hasil dari tim investigasi ini kami akan menuliskan secara kronologis dan rekomendasi dan macam-macam,” tuturnya.

Senada, Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Walisongo, Nur Hasyim, menyatakan bahwa pihak kampus telah menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan kasus dugaan chat mesum ini secara serius.

Dugaan kasus pelecehan seksual ini pertama kali mencuat setelah akun Instagram @pesan_uinws mengunggah aduan mahasiswa beserta tangkapan layar percakapan vulgar pada Kamis (7/5/2026). Unggahan tersebut dengan cepat menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.

Ki bapak bergitar kok suwi-suwi meresahkan to, tulung ditindaklanjut bolo. Sudah banyak korban yang speak up melalui dm mimin

Banyak mahasiswa UIN Walisongo menyuarakan kekhawatiran mereka akan keamanan dan kenyamanan belajar di lingkungan kampus. Mereka berharap kasus ini dapat ditangani secara tegas untuk mencegah terulangnya insiden serupa.