— Seorang bocah berusia delapan tahun di Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia setelah menirukan gaya freestyle dari sebuah permainan daring. Korban, yang merupakan siswa kelas 1 SD berinisial HIW, mengalami cedera fatal pada bagian lehernya akibat aksi tersebut.

Kepala Kepolisian Subsektor Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, membenarkan insiden tragis ini. Ia menjelaskan bahwa HIW mengalami cedera parah di leher usai menirukan gaya freestyle yang sedang viral di media sosial.

“Korban mengalami cidera fatal pada leher,” kata Ipda Alam Prima Yogi, dikonfirmasi pada Jumat (8/5/2026).

Menurut Yogi, setelah mengalami cedera, korban sempat dilarikan ke RSUD Selong untuk mendapatkan penanganan medis. Kejadian freestyle yang menyebabkan cedera ini, kata Yogi, telah terjadi beberapa waktu sebelumnya.

“Ini kejadian sudah lama dari informasi yang didapat kepolisian, korban freestyle kemudian sakit dan dibawa ke rumah sakit Selong,” terang Yogi.

Kondisi HIW sempat memburuk hingga harus dirujuk ke RSUD NTB dan menjalani tindakan operasi. Setelah beberapa waktu, kondisi korban membaik dan diizinkan pulang ke rumah.

Namun, tak lama kemudian, HIW kembali sakit dan harus dilarikan lagi ke RSUD Selong. Di rumah sakit itulah, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dibawa pulang, sakit lagi kemudian dibawa ke RSUD Selong lagi dan meninggal di RSUD,” jelas Yogi.

HIW menghembuskan napas terakhir pada Minggu (3/5/2026) dan dimakamkan keesokan harinya, Senin (4/5/2026).

Menyikapi kejadian ini, pihak kepolisian telah mengeluarkan imbauan kepada para orang tua dan guru, khususnya di wilayah pedesaan, untuk lebih ketat memantau aktivitas anak-anak. Mereka diminta melarang anak-anak menirukan gaya freestyle berbahaya yang kini tengah viral.

“Kami mengimbau kepada orangtua di rumah maupun guru-guru di sekolah agar memantau kegiatan anak-anak dan melarang melakukan freestyle,” tegas Ipda Yogi.