PPGKEMENAG.ID — Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat kini diemban oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Djati Wiyoto Abadhy. Penunjukan ini resmi berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/960/V/KEP/2026, menggantikan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
Rotasi jabatan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam penyegaran organisasi Polri sekaligus upaya memperkuat efektivitas kinerja di wilayah hukum Sumatera Barat. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, membenarkan adanya pergantian pimpinan tersebut.
Iya. Beliau digantikan Kapolda Kaltara.
Jejak Akademis dan Kemahiran di Bidang Intelijen
Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 3 Agustus 1969, Irjen Djati Wiyoto Abadhy merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991. Sejak awal, keahliannya di kepolisian telah mengerucut pada bidang intelijen, sebuah instrumen krusial dalam mendeteksi ancaman keamanan secara dini.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, Djati melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2002. Sosoknya yang dikenal memiliki ketajaman analisis diharapkan mampu membawa harapan baru bagi stabilitas keamanan di Ranah Minang.
Kematangan Kepemimpinan di Wilayah Strategis
Perjalanan karier Irjen Djati mencerminkan pengabdian panjang yang melintasi berbagai wilayah di Indonesia. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolres Barito Selatan di jajaran Polda Kalimantan Tengah. Kariernya semakin melesat ketika dipercaya memegang kendali sektor intelijen di level daerah.
Djati pernah menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) di dua Polda dengan karakteristik sosial yang beragam. Ia bertugas di Polda Riau pada tahun 2014, kemudian di Polda Jawa Tengah pada tahun 2020. Kemampuannya dalam menjaga stabilitas di wilayah-wilayah strategis ini membawanya ditarik ke Mabes Polri.
Pada tahun 2021, ia mengemban amanah sebagai Direktur Keamanan Khusus (Dirkamsus) Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri.
Pematangan di Ibu Kota
Sebelum akhirnya memimpin Polda Kalimantan Utara pada tahun 2025 dan kini berpindah ke Sumatera Barat, Djati telah melalui fase pematangan di berbagai jabatan kunci. Ia pernah menduduki posisi Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Kalimantan Timur.
Selanjutnya, ia ditarik menjadi Wakapolda Metro Jaya pada tahun 2024. Jabatan di Jakarta tersebut menuntut ketahanan mental dan fisik yang tinggi, mengingat kompleksitas permasalahan di Ibu Kota.
Meskipun Surat Keputusan Kapolri telah diterbitkan, proses transisi kepemimpinan di Polda Sumatera Barat akan dilakukan secara resmi setelah upacara serah terima jabatan (sertijab) di Mabes Polri, yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
