PPGKEMENAG.ID — Jenazah Muhamad Farul Hubaidi, salah satu korban kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), dipulangkan ke kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat (8/5/2026) malam. Farul meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Rupit, menyusul luka serius yang dideritanya dalam insiden di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Pria asal Tegal itu menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Farul segera dibawa ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau untuk proses pemulasaraan, pengawetan, dan dimasukkan ke dalam peti.
Humas RS Siti Aisyah Lubuklinggau, Yaser, menyatakan ambulans yang membawa jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.30 WIB.
“Kedatangan mobil ambulans yang membawa jenazah tadi ke Siti Aisyah sekitar pukul 18.30 WIB. Tadi ada juga anggota keluarganya,” kata Yaser, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Yaser, proses pemulasaraan dan pengawetan jenazah menjadi krusial sebelum diberangkatkan ke Jawa Tengah, mengingat perjalanan darat yang panjang.
“Kita pemulasaraan dulu, pengawetan dulu baru kita masukkan ke dalam peti, setelah itu dibawa ke Jawa. Karena kalau lebih dari 13 jam itu jenazah bisa mengalami pembusukan. Nah nanti saat menyeberang kapal itu yang menjadi masalah. Kalau sudah diformalin biasanya aman,” jelas Yaser.
Jenazah Farul direncanakan diberangkatkan sekitar pukul 20.30 WIB menggunakan ambulans melalui jalur darat menuju rumah duka di Tegal.
Direktur RSUD Rupit, Ladona, membenarkan pihaknya telah menyerahkan proses pemulasaraan jenazah Muhamad Farul Hubaidi kepada RS Siti Aisyah Lubuklinggau.
“Iya, jenazah dibawa ke rumah duka via darat pakai mobil ambulans,” ujar Ladona singkat.
Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto menjelaskan, Farul langsung dipulangkan ke rumah duka karena identitasnya telah jelas. Hal ini berbeda dengan 17 korban lain yang masih menjalani proses identifikasi.
“Untuk yang baru saja meninggal tidak dilakukan operasi DVI karena identitasnya sudah jelas,” terang Kombes Pol Budi Susanto saat menggelar konferensi pers pada Jumat (8/5/2026).
Budi menambahkan, Muhamad Farul Hubaidi meninggal dunia setelah mengalami gagal fungsi pernapasan akibat luka bakar yang dideritanya. Korban sempat menjalani operasi di RSUD Rupit setelah insiden kecelakaan tersebut.
“Korban baru ini meninggal setelah menjalani perawatan,” tambahnya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
