— Penjualan hewan kurban, khususnya sapi, di Pasar Hewan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih terpantau sepi. Kondisi ini terjadi tiga pekan menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026, tepatnya pada Jumat (8/5/2026).

H Minanto, seorang pedagang sapi di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa hingga saat ini ia baru berhasil menjual 17 ekor sapi. Jumlah ini jauh dari harapannya menjelang hari raya kurban.

“Ya, yang datang rencana mau beli sudah mulai pada datang. Ada yang masih tanya-tanya harga, lihat-lihat, ada yang langsung beli buat persiapan kurban. Sampai sekarang baru laku 17 ekor sapi jenis Simental,” ujar Minanto.

Minanto membandingkan kondisi penjualan tahun ini dengan Idul Adha 2025 yang jauh lebih baik. Tahun lalu, ia mampu menjual total hingga 150 ekor sapi jenis Simental dan Limosin sampai hari H kurban.

“Kalau tahun kemarin itu sampai hari H kurban, bisa jual total sampai 150 ekor sapi jenis Simental dan Limosin. Ya, harapannya semakin mendekati kurban nanti, semakin banyak yang beli,” tutur Minanto.

Meskipun penjualan masih lesu, stok sapi di lapak Minanto terbilang melimpah. Ia masih memiliki sekitar 50 ekor sapi yang siap dijual. Harga sapi kurban yang ditawarkan bervariasi.

Untuk sapi jenis Simental, harganya berkisar antara Rp 21 juta hingga Rp 25 juta. Sementara itu, sapi Limosin bisa mencapai harga hingga Rp 150 juta. Minanto juga menyebutkan adanya pilihan sapi dengan harga di bawah Rp 20 juta.

“Alhamdulillah, kalau stok ini masih banyak, masih ada 50 ekor lagi. Kalau harga untuk kurban, yang harga di bawah Rp 20 juta juga ada,” sebut Minanto.

Minanto berharap penjualan sapi kurban tahun ini bisa stabil, bahkan melebihi pencapaian tahun sebelumnya.

“Ya, tahun ini harapannya bisa jual minimal seperti tahun lalu, 150 ekor, kalau bisa ya lebih dari itu. Saya doakan, semoga masyarakatnya banyak rezekinya jadi bisa kurban tahun ini,” ujar Minanto.

Selain target penjualan, kepuasan pembeli menjadi prioritas utama bagi Minanto. Ia menyarankan calon pembeli untuk datang langsung ke pasar hewan guna memastikan kualitas dan kesehatan sapi yang akan dibeli.

“Harapannya, yang penting itu pembelinya puas, yang datang ke sini gak kecewa. Sarannya, kalau mau beli sapi mending datang langsung ke pasar hewan, jadi bisa mastiin sapi yang dibeli itu bener-bener bagus, sehat. Jangan cuma lihat fotonya saja,” tutur Minanto.

Di sisi lain, Uyu, seorang panitia kurban asal Kelurahan Sarijadi RT 03/02, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, terlihat tengah memantau hewan kurban di Pasar Hewan Tanjungsari. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke pasar tersebut untuk persiapan kurban tahun ini.

“Ya baru tahun ini ke Pasar Hewan Tanjungsari, ini baru lihat-lihat sapinya saja buat persiapan kurban tahun ini,” ujar Uyu.

Selain melihat kondisi fisik sapi, Uyu juga melakukan survei harga. Ia menilai harga sapi di kisaran Rp 21 juta masih tergolong normal, meskipun ia memperkirakan adanya kenaikan.

“Ya survei harga juga, tadi normal sih ya kalau harga di kisaran Rp 21 juta juga. Tidak mungkin juga harga sapi turun, pasti ada kenaikkan, tapi masih normal lah,” kata Uyu.