PPGKEMENAG.ID — Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menuai beragam tanggapan. Sejumlah ASN mempertanyakan efektivitas dan sistem pengawasan yang dinilai belum jelas dalam penerapan kerja dari rumah.
N (39), seorang ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, menilai bahwa bekerja langsung di kantor jauh lebih efektif dibandingkan WFH. Menurutnya, persoalan utama terletak pada monitoring kinerja ASN selama bekerja dari rumah.
“Kalau kerja di rumah, pengawasannya bagaimana? Sampai sekarang belum ada aturan jelas soal monitoring hasil kerja,” kata N kepada media di Sumenep, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, produktivitas ASN justru bisa lebih optimal saat bekerja di kantor. Hal ini karena koordinasi dengan rekan kerja maupun pimpinan lebih mudah dilakukan secara langsung. Selain itu, disiplin kerja pegawai juga lebih mudah dipantau saat berada di lingkungan kantor.
“Bisa jadi ASN lebih produktif kerja di kantor daripada WFH,” tambahnya.
Senada dengan N, ASN lain berinisial D (41) yang berdinas di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sumenep, juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, kebijakan WFH tidak harus diterapkan di semua daerah.
D menilai, kondisi di Sumenep berbeda dengan kota besar yang memiliki tingkat kemacetan tinggi dan mobilitas padat. Ia juga menyoroti bahwa Pemkab Sumenep sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran yang mendorong ASN dengan radius tempat tinggal maksimal lima kilometer untuk menggunakan transportasi ramah lingkungan, seperti sepeda angin, becak, atau motor listrik.
Bagi D, jika tujuan WFH adalah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kebijakan pengaturan transportasi tersebut sebenarnya sudah cukup memadai.
“Kalau tujuannya mengurangi penggunaan BBM, cukup diatur alat transportasinya,” jelas D.
Lebih lanjut, D juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap ASN yang bekerja dari rumah. Menurutnya, tidak ada jaminan bahwa ASN akan tetap berada di rumah selama jam kerja berlangsung. Dengan nada bercanda, D mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut.
“Siapa yang bisa menjamin ASN yang WFH tidak keluar rumah dan tetap memakai kendaraan berbahan bakar BBM?” ujarnya sambil tersenyum.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
