— Ratusan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 14 Embarkasi Padang, yang menjadi kloter pamungkas keberangkatan musim haji tahun ini, menyambut kedatangan mereka di Asrama Haji Tabing, Padang, Sabtu (9/5/2026), dengan senyum semringah. Kebahagiaan mereka semakin bertambah setelah menerima kejutan berupa uang saku tambahan untuk bekal di Tanah Suci.

Sebanyak 287 jemaah pada kloter tersebut masing-masing menerima uang saku sebesar 100 Riyal atau setara dengan Rp 460.000. Bantuan tunai ini diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, sebagai bentuk dukungan moral bagi para tamu Allah yang akan segera bertolak ke Arab Saudi.

Tambahan Bekal dan Harapan Jemaah

Bagi para jemaah, pemberian uang saku ini menjadi oase di tengah persiapan fisik yang menguras energi. Misnar, seorang jemaah asal Pasaman Barat, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas rezeki yang tidak ia sangka-sangka tersebut.

Menurut Misnar, bantuan ini sangat meringankan biaya operasionalnya selama menjalankan rukun Islam kelima. Ia menceritakan bahwa keberangkatannya tahun ini adalah buah manis dari penantian panjang dan ketekunannya menyisihkan pendapatan selama bertahun-tahun.

Nanti rencana uang saku ini akan saya gunakan untuk membelikan buah tangan bagi keluarga di kampung halaman.

Senada dengan Misnar, Indun, jemaah lainnya, mengaku terkejut karena mendapat perhatian materi dari pihak luar di luar lingkaran keluarganya. Ia berencana untuk memanfaatkan uang tersebut sebaik mungkin demi kelancaran ibadah.

Saya berharap juga agar umat Muslim lainnya di Indonesia segera menyusul langkahnya ke Tanah Suci.

Kloter “Sapu Jagat” Penutup Operasional

Kloter 14 ini memiliki karakteristik unik sehingga kerap dijuluki sebagai “kloter sapu jagat”. Ketua Kloter 14 Embarkasi Padang, Muhammad Nur Ali, menjelaskan bahwa rombongan ini merupakan gabungan jemaah dari 15 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, ditambah dari dua daerah di Bengkulu.

Secara komposisi, kloter terakhir ini terdiri dari 177 jemaah perempuan dan 110 jemaah laki-laki.

Rentang usia jemaah pun cukup mencolok, di mana jemaah tertua tercatat berusia 84 tahun, sementara jemaah termuda baru menginjak usia 18 tahun. Jemaah kloter 14 telah masuk asrama pada Jumat (8/5/2026).

Setibanya di Asrama Haji Padang, seluruh jemaah langsung menjalani layanan terpadu One Stop Service (OSS). Kepala Bidang Layanan Kemenhaj Sumbar, Yudi Hidayat, memaparkan bahwa layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan akhir atau fitness to fly, penyerahan dokumen paspor dan visa, pembagian living cost, hingga penyematan gelang identitas.

Fokus Menjaga Fisik dan Kebersamaan

Mengingat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina membutuhkan ketahanan fisik yang prima, Nur Ali mengingatkan jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan. Ia menekankan pentingnya istirahat yang cukup, menjaga pola makan, dan memperbanyak konsumsi air putih untuk menghadapi cuaca di Arab Saudi.

Selain faktor fisik, faktor sosial juga menjadi perhatian utama bagi rombongan ini.

Kami meminta para jemaah untuk terus menjaga kekompakan dan saling membantu, terutama bagi jemaah lansia atau yang menggunakan kursi roda.

Semangat kebersamaan dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menjalani rangkaian ibadah haji yang panjang. Keberangkatan Kloter 14 ini sekaligus menandai rampungnya proses pemberangkatan total 5.402 jemaah haji asal Sumatera Barat dan Bengkulu melalui Embarkasi Padang pada musim haji 1447 H/2026 M.