— Sepasang suami istri calon haji asal Kabupaten Buleleng, Bali, batal berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Keputusan ini diambil karena terkendala kondisi kesehatan yang dialami salah satu dari mereka, sehingga mengurangi jumlah jemaah haji Buleleng yang diberangkatkan pada musim haji 2026.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Agus Annurachman, menjelaskan bahwa kedua calon haji tersebut semula masuk dalam daftar jemaah yang akan diberangkatkan tahun ini. Namun, mereka memutuskan mundur saat bulan Ramadan setelah salah satu dari mereka mengalami stroke.

“Seharusnya tahun ini ada 111 orang yang berangkat, tapi dua orang mundur saat Ramadhan karena mengalami stroke. Jadi suami istri ini memilih mundur,” kata Agus Annurachman usai melepas keberangkatan calon jemaah haji di Buleleng, Jumat (8/5/2026).

Agus menambahkan, kuota jemaah yang batal berangkat tersebut kemudian digantikan oleh calon jemaah lain dari Kota Denpasar. Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji asal Buleleng yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 109 orang, termasuk seorang pendamping.

Rombongan jemaah haji Buleleng terdiri dari 51 orang laki-laki dan 58 perempuan. Jemaah tertua yang berangkat tercatat atas nama Siti Madrahasan (86), warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Siti Madrahasan juga merupakan jemaah haji tertua dari seluruh Provinsi Bali pada tahun ini.

“Setiap tahun Buleleng selalu memiliki jemaah tertua di Bali,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus Annurachman mengungkapkan bahwa terdapat 16 jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus dan akan menggunakan kursi roda selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Situasi ini menekankan pentingnya pelayanan yang maksimal dan penuh perhatian.

“Hal ini menunjukkan pelayanan pada jemaah haji harus maksimal, totalitas, dan penuh kepedulian khususnya bagi lansia dan jamaah berkebutuhan khusus,” tegas Agus.

Pendampingan bagi jemaah lansia dan berkebutuhan khusus akan dilakukan secara kolaboratif oleh keluarga, ketua regu, ketua rombongan, hingga petugas kloter. Agus juga mengingatkan seluruh jemaah untuk senantiasa menjaga kondisi fisik mereka selama beribadah di Tanah Suci, mengingat tantangan dan kondisi cuaca yang mungkin dihadapi.