— Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa beras merupakan “produk politik” mengingat perannya sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Khofifah usai mengikuti panen padi dan percepatan tanam di area persawahan Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (8/5/2026).

Menurut Khofifah, ketersediaan dan keterjangkauan harga beras sangat krusial untuk menjaga stabilitas sosial. Ia bahkan menyebut potensi gejolak jika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi.

Bagi Indonesia, beras ini produk politik, saya menyebut beras adalah produk politik. Kalau orang tidak makan itu maaf, bisa revolusi. Oleh karena itu, posisi beras kita harus cukup, harus aman. Posisi beras kita harus terjangkau harganya oleh masyarakat.

Khofifah melanjutkan, keamanan pangan merupakan salah satu sistem pertahanan keamanan yang harus dijaga oleh negara, selain pertahanan keamanan militer. Dalam konteks ini, keberadaan petani memiliki peran fundamental dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Salah satu sistem pertahanan keamanan yang harus dijaga di negeri ini adalah aman di perut.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Timur memiliki total luas tanam padi yang mencapai 2,43 juta hektare. Angka ini menempatkan provinsi tersebut sebagai penyumbang signifikan terhadap ketahanan pangan Indonesia.

Khofifah juga menyoroti pentingnya stabilisasi harga gabah guna menjamin keberlangsungan produksi petani. Ia mencontohkan harga gabah kering panen di Kabupaten Madiun yang mencapai Rp 7.500 per kilogram.

Dengan harga gabah yang menarik, diharapkan sektor pertanian dapat memikat lebih banyak generasi muda untuk terjun menjadi petani. Hal ini didukung oleh fakta bahwa Jawa Timur memiliki jumlah petani muda terbanyak di Indonesia.

Untuk mendorong minat pemuda terhadap pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggalakkan modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Khofifah meyakini bahwa modernisasi ini akan mengubah persepsi generasi muda terhadap dunia pertanian yang kini semakin berbasis teknologi.