— Lima orang calon haji asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipastikan gagal berangkat menunaikan ibadah haji pada musim 2026 Masehi atau 1447 Hijriah. Kondisi kesehatan menjadi faktor utama yang membuat mereka tidak dapat bertolak ke Tanah Suci tahun ini, sehingga keberangkatan mereka harus ditunda hingga musim haji berikutnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menjelaskan bahwa kelima calon haji tersebut tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan medis. “Ada lima orang yang gagal berangkat karena sakit, faktor usia (lanjut usia),” ujar Indra usai melepas pemberangkatan jemaah calon haji Kelompok Terbang 22 di Pendopo Garut, Kamis (7/5/2026), seperti dikutip dari Antara.

Kondisi Kesehatan Jadi Penghalang

Indra menuturkan, pada musim haji 2026, Kabupaten Garut mendapatkan kuota sebanyak 174 orang. Namun, menjelang hari keberangkatan, lima orang di antaranya dinyatakan tidak layak berangkat karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil oleh pihak kementerian, melainkan berdasarkan rekomendasi tenaga medis dari Dinas Kesehatan. ___KFGB0PH___

Kelima calon haji tersebut dilaporkan mengalami sakit secara mendadak hanya beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan. Kondisi ini membuat proses penggantian tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.

Aturan Penggantian Jemaah Haji

Indra menjelaskan, secara aturan, penggantian calon haji sebenarnya dimungkinkan. Namun, hal itu hanya bisa dilakukan jika pembatalan terjadi jauh hari sebelum keberangkatan.

Jika laporan pembatalan disampaikan sekitar satu hingga dua pekan sebelumnya, maka penggantian dapat dilakukan dengan mengutamakan pihak keluarga. ___KFGB1PH___

Ia menambahkan, pihak yang berhak menggantikan adalah kerabat dekat seperti anak, orang tua, atau saudara kandung dari calon haji yang batal berangkat. Karena pembatalan terjadi dalam waktu yang sangat dekat dengan jadwal keberangkatan, maka lima kursi tersebut tidak dapat diisi.

Akibatnya, jumlah jemaah calon haji asal Garut yang berangkat tahun ini hanya sebanyak 169 orang, ditambah lima petugas pendamping haji.

Penerimaan Calon Haji yang Batal Berangkat

Meski harus menunda keberangkatan, kelima calon haji tersebut disebut menerima keputusan dengan lapang dada. Mereka memilih untuk menunggu hingga musim haji tahun depan dengan harapan kondisi kesehatan mereka membaik.

“Kayaknya dia ingin berangkat tahun depan, semoga sembuh tahun depan,” kata Indra.

Keputusan ini menunjukkan kesadaran para calon haji terhadap pentingnya kondisi fisik yang prima dalam menjalankan ibadah haji, yang dikenal memiliki rangkaian kegiatan yang cukup berat.

Imbauan dan Komitmen Pemerintah Daerah

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang turut melepas keberangkatan jemaah calon haji, mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia juga mengimbau agar jemaah tetap sabar, tenang, dan dapat menikmati setiap proses ibadah yang dijalani.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji, mulai dari proses pemberangkatan hingga pemulangan. Fasilitas transportasi dan akomodasi disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan jemaah, baik saat menuju Embarkasi Indramayu maupun saat kembali ke daerah asal.

“Inilah wujud komitmen Pemkab Garut untuk membantu warganya agar bisa melaksanakan ibadah haji dengan nyaman, aman, dan tertib,” kata Bupati.