PPGKEMENAG.ID — Penerapan Work From Home (WFH) dinilai tidak efektif dan mengganggu kinerja bagi sebagian pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Keluhan ini muncul pada Jumat (8/5/2026), menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi aparatur sipil negara (ASN) saat bekerja dari rumah.
AW, salah satu pegawai di lingkungan Pemkab Pamekasan, mengungkapkan beragam tantangan yang muncul akibat kebijakan WFH. Ia menyebut, kesulitan berkonsentrasi hingga koordinasi yang melambat menjadi hambatan utama.
“Banyak kekurangan jika bekerja dari rumah. Yang jelas memperlambat pekerjaan,” kata AW.
Menurut AW, saat volume pekerjaan tinggi, pegawai membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang intensif, terutama dengan kepala dinas. Namun, saat bekerja dari rumah, proses koordinasi dinilai menjadi lebih lambat dan berpotensi menghambat penyelesaian tugas.
“Kalau di kantor, ada apa-apa bisa langsung tatap muka. Kalau di rumah masih harus telepon dan prosesnya tidak cepat,” ujarnya.
Sulit Fokus di Rumah
Selain persoalan koordinasi, AW juga mengaku kesulitan menjaga fokus saat bekerja dari rumah. Gangguan dari aktivitas keluarga maupun lingkungan sekitar seringkali memecah konsentrasinya.
“Saya sudah berusaha fokus, tapi tetap sulit. Sebentar ada ini, sebentar ada itu di rumah,” tuturnya.
Ia menambahkan, meskipun WFH tampak lebih hemat, kebijakan tersebut justru memunculkan beban tambahan bagi pegawai. Pegawai harus menyediakan sendiri perangkat kerja seperti laptop hingga jaringan internet.
AW juga menyoroti kualitas internet di rumah yang tidak sebaik fasilitas kantor, sehingga kerap menjadi kendala saat bekerja. “Meski sebagian alat punya sendiri, tapi kapasitas internet berbeda dengan di kantor. Mau upgrade ke yang lebih tinggi juga butuh biaya,” katanya.
Dinilai Tak Efisien
Lebih lanjut, AW menilai penerapan WFH tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap efisiensi anggaran pemerintah. Menurutnya, penerapan WFH setiap Jumat dalam sebulan tidak memberikan dampak yang berarti terhadap penghematan anggaran.
Sebaliknya, ia berpendapat bahwa produktivitas pegawai justru berpotensi menurun. Hal ini disebabkan oleh banyaknya gangguan dan kendala yang dihadapi saat bekerja dari rumah.
“Kalau bagi pribadi saya ya enak WFH. Tapi ditanya soal kinerja ya pasti menurun,” ucap AW.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
