— Karyawan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) menyatakan penolakan terhadap rencana pemindahan atau translokasi satwa di tengah berjalannya proses seleksi pengelola baru. Penolakan ini muncul setelah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) sempat bersiap melakukan translokasi satwa akibat belum adanya kejelasan mengenai pengelola baru Bandung Zoo.

Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya mempertahankan keberadaan satwa di Bandung Zoo. Upaya tersebut diwujudkan dengan memperpanjang nota kesepahaman (MoU) pengelolaan sementara hingga 29 Mei 2026.

Kekhawatiran Karyawan: Satwa Tak Akan Kembali

Sulhan Syafi’i, Humas Serikat Pekerja Bandung Zoo, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemindahan satwa tersebut. Ia menyuarakan kekhawatiran yang mendalam.

“Sangat tak setuju, karena dalam pengalaman konservasi di Indonesia, kalau satwa sudah keluar itu tidak mungkin balik lagi, ajaib kalau bisa balik lagi (ke Bandung Zoo),” ujar Aan, sapaan akrabnya, saat dihubungi pada Jumat (8/5/2026).

Menurut Aan, Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya keras untuk mempertahankan koleksi satwa agar tidak dipindahkan. Bahkan, pemerintah daerah disebut siap mengambil alih pembiayaan pakan satwa hingga pengelola baru terpilih melalui proses pelelangan yang saat ini masih berjalan.

“Kalau kami (karyawan) sekarang ikuti step-step yang ada, kan ini lagi dibuka lelang, kita tunggu siapa pemenang dan prosesnya seperti apa. Kami sebagai karyawan sih menunggu saja siapa pemenangnya (pengelola Bandung Zoo),” tambahnya.

Pembiayaan Pakan Satwa Diambil Alih Pemkot dan Pemprov

Aan juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah memenuhi kebutuhan operasional dasar, termasuk gaji karyawan. Ia memastikan pemberian pakan satwa tetap berjalan normal. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meminta vendor pemasok pakan untuk meningkatkan kualitas dan volume pakan.

“Pesan Pak Herman, Sekda Provinsi, waktu meeting sama vendor, tidak ada pengurangan. Kalau bisa kualitasnya dan volume diperbaiki, padahal sekarang saja standarnya sudah bagus,” ungkap Aan.

Kebutuhan pakan satwa di Bandung Zoo disebut Aan mencapai sekitar Rp 400 juta per bulan. “Mulai tanggal 6 kemarin kan yang bayar Pemerintah Kota Bandung, estimasinya sampai sebulan ke depan,” terangnya.

Selain pembiayaan pakan, aspek kesehatan satwa juga menjadi perhatian. Tujuh dokter gabungan dari DPKP, BKSDA Jawa Barat, dan Bandung Zoo secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan satwa.

Dengan kondisi yang ada, para pekerja berharap pengelola baru segera ditetapkan agar operasional Bandung Zoo dapat kembali normal dan menerima pengunjung.

“Harapannya semoga cepat dapat pengelola, jadi kita bisa mengurus izin dan menerima kembali pengunjung. Kami pekerja selalu siap bekerja. Sehari-hari di sini, hanya saja tidak ada pengunjung,” pungkas Aan.

Perpanjangan Masa Seleksi Pengelola dan Komitmen Pemkot

Pemerintah Kota Bandung sebelumnya telah memastikan perpanjangan masa seleksi pengelola baru Bandung Zoo. Keputusan ini dicapai melalui perpanjangan nota kesepahaman antara Menteri Kehutanan dan Wali Kota Bandung terkait pengelolaan dan perawatan satwa sementara. Kesepakatan tersebut berlaku hingga 29 Mei 2026, yang disetujui dalam rapat koordinasi di Pendopo Kota Bandung pada Kamis (7/5/2026).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh satwa tetap sehat dan mendapatkan perawatan maksimal selama masa transisi pengelolaan.

“Yang paling utama bagi kami adalah memastikan satwa tetap terlindungi dan terawat dengan baik. Karena itu, Pemkot Bandung memastikan seluruh kebutuhan dasar operasional, mulai dari pakan, kesehatan satwa, hingga tenaga pendukung tetap berjalan optimal,” kata Farhan.