— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di empat wilayah kecamatan. Keputusan ini diambil menyusul temuan kasus positif yang terkonfirmasi laboratorium serta tingginya angka suspek di Kecamatan Greged, Sumber, Mundu, dan Ciwaringin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menjelaskan bahwa penetapan KLB didasarkan pada pola persebaran kasus yang mengelompok di lokasi tertentu. “Suspeknya banyak, kemudian ada yang positif. Di satu wilayah, misalnya di Mundu itu satu RW banyak yang terkena campak,” ujar Eni pada Jumat (8/5/2026) petang.

Berdasarkan laporan mingguan Dinkes pada minggu ke-15 tahun 2026, rincian kasus di wilayah KLB menunjukkan angka yang signifikan:

  • Kecamatan Ciwaringin mencatat 33 kasus suspek dengan 9 kasus positif.
  • Kecamatan Greged melaporkan 33 kasus suspek dengan 7 kasus positif.
  • Kecamatan Mundu mencapai 29 kasus suspek dengan 2 kasus positif.
  • Kecamatan Sumber memiliki 24 kasus suspek dengan 5 kasus positif.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinkes Kabupaten Cirebon segera mengambil langkah cepat dengan meluncurkan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau pemberian imunisasi tambahan secara massal. Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan di sejumlah wilayah kerja Puskesmas, termasuk Puskesmas Mundu, Nanggela, Sindanglaut, Sidamulya, dan Karangsembung.

Pada hari ini, Bupati Cirebon Imron bersama jajaran Dinkes turut serta dalam vaksinasi massal di Kecamatan Mundu, salah satu wilayah KLB yang mencatat 2 kasus positif dari 29 suspek.

Eni memaparkan, hingga data per 7 Mei 2026, capaian vaksinasi ORI di Kabupaten Cirebon menunjukkan progres yang sangat baik. Dari total target sasaran 12.221 balita, sebanyak 54,72 persen di antaranya telah mendapatkan vaksinasi.

“Data per tanggal 7 kemarin sudah 54,72 persen. Data untuk hari ini (8 Mei) baru akan ter-update nanti malam, sehingga besok pagi baru bisa terlihat berapa jumlah total penambahannya dari sejumlah Puskesmas tersebut,” jelas Eni.

Siapkan Skema Sweeping Vaksinasi Door-to-Door

Dinkes Kabupaten Cirebon juga telah menyiapkan strategi cadangan untuk memastikan target sasaran vaksinasi terpenuhi. Jika masih ditemukan balita yang belum mendapatkan vaksinasi hingga hari Sabtu (9/5/2026) melalui posyandu, petugas akan melakukan aksi jemput bola mulai awal pekan depan.

“Kita maksimalkan secara serentak di posyandu sampai hari Sabtu. Kalau masih ada balita yang belum divaksin, mulai hari Senin depan teman-teman Puskesmas akan melakukan sweeping vaksinasi dengan mengunjungi rumah balita secara door-to-door,” kata Eni.

Percepatan cakupan imunisasi yang telah menembus angka di atas 50 persen ini diklaim sebagai hasil kolaborasi solid antara tenaga kesehatan, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, hingga kader posyandu. Eni mencontohkan, di wilayah Puskesmas Nanggela, Kecamatan Greged, kesadaran masyarakat sangat tinggi dengan capaian mencapai 80,40 persen.

Capaian positif juga terlihat di Puskesmas Sidamulya (67,25 persen) dan Karangsembung (63,77 persen). Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan seluruh target sasaran tervaksinasi sebelum tenggat waktu berakhir, demi memutus rantai penularan campak di Kabupaten Cirebon.