PPGKEMENAG.ID — Ratusan sapi di UD Segar Farm, Kota Yogyakarta, mendapatkan asupan vitamin secara rutin sebagai upaya mencegah penularan penyakit. Langkah preventif ini digencarkan menjelang perayaan Idul Adha 2026.
Pemilik UD Segar Farm, Sudi Haryoso, menjelaskan bahwa persiapan menjelang Idul Adha menuntut perhatian ekstra pada kebersihan kandang. Mengingat jumlah sapi yang didatangkan mencapai ratusan ekor dari berbagai daerah, kebersihan kandang menjadi kunci untuk menekan risiko penyebaran penyakit.
“Kandang harus bersih, vitamin harus dikasih terus paling tidak 4 hari kita kasih vitamin lagi. Nanti H-5 kita berhenti kasih vitamin,” kata Sudi saat ditemui di kandang UD Segar Farm yang berlokasi di Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).
Sudi menambahkan, peternakannya tidak menerapkan pemberian jamu-jamu khusus karena keterbatasan tenaga dan jumlah sapi yang terlalu banyak. Ia bahkan berkelakar mengenai tantangan tersebut.
“Jamune sek meres piye nek okeh e ngene (jamunya yang memeras gimana kalau banyaknya seperti ini), karena banyak. Kalau cuma 25 ekor mungkin bisa,” ujarnya diiringi tawa.
Menurut Sudi, pemberian jamu khusus sapi sebenarnya memiliki manfaat dan dianjurkan. Namun, di peternakannya, hal tersebut nyaris tidak mungkin dilakukan akibat skala operasional dan jumlah sapi yang masif.
Variasi Sapi Kurban dan Pembatalan Pengajuan ke Presiden
Untuk Idul Adha tahun ini, UD Segar Farm menyiapkan antara 250 hingga 300 ekor sapi. Jenis-jenis yang tersedia meliputi Limosin, Mtral, PO, dan Madura.
“Yang paling diminati sapi Limosin. Limosin dari harga Rp 25 juta hingga Rp 30 juta, kalau yang Rp 25 juta ke bawah sapi Madura. Bobot paling kecil 350 kilogram, ada yang 9 kuintal lebih,” ungkap Sudi.
Sudi juga sempat berencana mengajukan beberapa sapi berbobot besar kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena keterbatasan waktu dan proses yang rumit.
“Waktunya gak nututin, harus perawatan rutin kontrol dari dinas. Daripada nanti hari H nya gak jadi dan belum laku buat apa kita, laku ya kita jual. Sempat 3 ekor bobotnya 1 ton lebih (akan diajukan),” jelasnya.
Ia menyoroti bahwa proses pengajuan sapi untuk Presiden membutuhkan waktu yang panjang, terutama terkait pemeriksaan kesehatan, seperti cacing hati.
“Proses lama, terutama untuk cacing hati. Kurang dari 8 bulan harus diobati dari pihak peternakan kita gak bisa, penyakit hati gak bisa diprediksi,” ucapnya.
Ketergantungan Yogyakarta pada Pasokan Luar Daerah
Mayoritas sapi yang disiapkan UD Segar Farm didatangkan dari luar Kota Yogyakarta. Hal ini karena sapi-sapi di dalam kota dianggap belum memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban.
“Sapi yang diminati harga Rp 23 juta hingga Rp 25 juta, kita datangkan sapi Madura kalau sapi lokal jarang sekali. Dari segi umur sapi lokal belum mencukupi, harga Rp 23 juta sampai Rp 25,5 juta sapi lokal saya jamin gak ada yang poel,” terang Sudi.
Fakta ini menggarisbawahi bahwa Kota Yogyakarta masih harus ‘mengimpor’ hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha. Lahan ternak yang terbatas di Kota Yogyakarta, ditambah tingginya permintaan hewan kurban, membuat wilayah ini bergantung pada pasokan dari daerah lain.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mengonfirmasi data populasi hewan ternak sapi di Kota Yogyakarta yang hanya sekitar 200 ekor. Jumlah ini jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, merujuk pada data kebutuhan tahun sebelumnya.
“Sekitar 200 ekor sapi, untuk kambing malah lebih sedikit lagi sehingga sebagian hewan kurban untuk masyarakat Kota Yogyakarta harus mendatangkan dari luar,” kata Sukidi saat meninjau UD Segar Farm di Pakuncen, Wirobrajan, pada Jumat yang sama.
Sukidi memaparkan, pada Idul Adha 2025, total hewan kurban yang dipotong di Kota Yogyakarta mencapai 15.777 ekor. Angka tersebut merupakan gabungan dari pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan titik-titik pemotongan di masyarakat.
Rincian Hewan Kurban Tahun 2025
Di RPH yang dikelola Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, tercatat 7.524 hewan ternak disembelih pada Idul Adha 2025. Rinciannya:
- 2.443 jenis sapi
- 1.554 kambing
- 3.527 domba
Sementara itu, di luar RPH, yang tersebar di 600 titik wilayah Kota Yogyakarta, sebanyak 8.253 ekor hewan dipotong, meliputi:
- 2.447 sapi
- 1.342 kambing
- 4.434 domba
Tingginya angka kebutuhan hewan kurban ini, lanjut Sukidi, memaksa Kota Yogyakarta untuk mendatangkan pasokan dari berbagai daerah, bahkan hingga luar Jawa.
“Pasokan banyak datang dari Wonosari (Gunungkidul), kemudian ada yang dari Magelang, Madura, hingga Bali,” pungkasnya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
