PPGKEMENAG.ID — Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan meletus hebat pada Jumat (8/5/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan 20 orang pendaki dinyatakan hilang dan terjebak di kawasan puncak, termasuk sembilan warga negara (WN) Singapura.
Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik dan asap setinggi sekitar 10 kilometer ke udara. Hingga kini, upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh tim gabungan.
Dua Warga Singapura Meninggal Dunia, Belasan Lainnya Belum Ditemukan
Situasi darurat akibat erupsi Gunung Dukono telah menelan korban jiwa. Berdasarkan laporan, dua dari sembilan pendaki asal Singapura yang hilang tersebut dikonfirmasi meninggal dunia. Keduanya menjadi korban langsung dari aktivitas vulkanik gunung api aktif tersebut.
Sementara itu, nasib 18 pendaki lainnya, termasuk tujuh WN Singapura yang tersisa, hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Tim SAR gabungan berupaya keras menembus lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Sinyal Darurat Picu Operasi SAR
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa proses evakuasi segera diinisiasi setelah Basarnas Command Center (BCC) mendeteksi sinyal darurat atau Emergency SOS. Sinyal tersebut terpancar dari perangkat Garmin pada titik koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E.
Data lokasi ini selaras dengan informasi dari Kepala Desa Mamuya yang melaporkan adanya sejumlah pendaki terluka di kawasan tersebut. Kepala Desa Mamuya kemudian secara resmi meminta bantuan SAR.
Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban,
ujar Iwan Ramdani saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).
Iwan menambahkan, tim di lapangan harus bergerak dengan sangat hati-hati mengingat kondisi cuaca dan aktivitas gunung yang masih fluktuatif. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam upaya penyelamatan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, diketahui total korban keseluruhan berjumlah 20 orang dan terdapat WNA asal Singapura,
tambah Iwan, menegaskan komposisi korban yang hilang.
Gunung Dukono: Aktif dan Berbahaya
Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara memang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Maluku Utara. Karakter letusannya ditandai dengan semburan abu vulkanik secara periodik yang kerap terjadi.
Sebelum insiden hari ini, gunung tersebut juga tercatat mengalami erupsi pada Senin, 6 April 2026 silam. Otoritas setempat sebenarnya telah menetapkan zona bahaya dan mengeluarkan imbauan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi,
tulis imbauan resmi dari pihak berwenang.
Selain itu, warga diminta untuk:
- Selalu waspada terhadap sebaran abu vulkanik yang arahnya mengikuti angin.
- Menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi dampak kesehatan pernapasan akibat hujan abu.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi terhadap para korban yang terjebak di tengah ancaman abu panas Gunung Dukono.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
