— Enam warga sipil dilaporkan tertembak di dua lokasi berbeda di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, pada Kamis (7/5/2026). Insiden ini menyebabkan seorang balita berusia 1 tahun dan anak perempuan berusia 12 tahun turut menjadi korban luka tembak.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman membenarkan peristiwa tragis tersebut. Saat ini, keenam korban telah dievakuasi sementara ke pos Brimob Camp David Tembagapura untuk mendapatkan penanganan.

“Kejadiannya semalam. Sementara anggota kita prioritaskan keselamatan masyarakat. Masih dievakuasi anggota Polsek,” ujar Billyandha saat dikonfirmasi pada Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima, selain balita dan anak perempuan, seorang perempuan dewasa juga mengalami luka tembak. Korban dilaporkan menderita luka pada betis kaki dan bagian mulut.

“Iya ada anak balita usia 1 tahun dan anak perempuan usia 12 tahun luka-luka. Kita evakuasi korban dan masyarakat dulu,” tambah Billyandha, menegaskan fokus pada keselamatan korban dan warga lainnya.

Peristiwa penembakan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.40 WIT di area Kampung Narangkea-Uyawin dan Kampung Uyawin-Winni Mile 69, tepatnya di sekitar Kali Kabur Distrik Tembagapura.

Kapolsek Tembagapura menerima informasi awal mengenai insiden ini melalui rekaman suara yang melaporkan bunyi tembakan di dua lokasi tersebut.

Sebelum insiden penembakan, Satgas Rajawali-Habema diketahui telah melakukan penyisiran di wilayah tersebut. Operasi penyisiran berlangsung mulai dari MP 64 hingga Kali Kabur MP 69 pada Rabu, 6 Mei 2026, diperkirakan antara sore dan malam hari.

Sekitar pukul 22.00 WIT, tak lama setelah insiden, terdengar bunyi rentetan senjata api yang disusul dengan kemunculan dua drone yang terbang bersamaan di atas pos Camp David MP 72.

Hingga berita ini ditulis, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda belum memberikan tanggapan terkait peristiwa penembakan yang menimpa warga sipil tersebut.