PPGKEMENAG.ID — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bergerak mengoptimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan sekolah filial. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi angka anak tidak sekolah (ATS) yang mencapai 13.669 di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Disdikpora DIY, Muhammad Setiadi, menjelaskan bahwa penguatan peran PKBM menjadi salah satu fokus utama. PKBM di setiap kecamatan akan diperkuat untuk menampung ATS melalui jalur pendidikan non-formal, seperti program Paket A, B, dan C.
Optimalisasi PKBM memperkuat peran PKBM di setiap kecamatan untuk menampung ATS melalui jalur pendidikan non-formal (Paket A, B, dan C).
Untuk memastikan faktor ekonomi tidak menjadi penghalang, Pemerintah Daerah DIY juga mengalokasikan beasiswa dan bantuan sosial biaya pendidikan melalui program Kartu Cerdas. Bantuan ini secara khusus ditujukan bagi keluarga rentan.
Selain itu, Disdikpora DIY menggalakkan penyelarasan data dari tingkat bawah agar intervensi bantuan dapat lebih akurat. Di tingkat kalurahan, misalnya, Sistem Informasi Desa (SID) dimanfaatkan untuk memetakan ATS berdasarkan nama dan alamat. Kemudian, perangkat desa dan tokoh masyarakat berperan aktif melakukan pendampingan serta membujuk orang tua agar anak kembali bersekolah.
Sekolah Filial dan Vokasi Hadir
Langkah lain yang diambil adalah pembukaan Sekolah Filial. Ini merupakan inisiatif untuk membuka kelas-kelas jauh atau sekolah terbuka di wilayah-wilayah yang menghadapi hambatan akses geografis atau sosial.
Disdikpora DIY juga menyediakan layanan sekolah vokasi dengan beragam program, termasuk balai latihan kerja (BLK) serta lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Tujuannya adalah membekali para ATS dengan keterampilan yang relevan.
Memberikan pelatihan keterampilan teknis seperti otomotif, tata busana, atau IT agar mereka memiliki daya saing di dunia kerja.
Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Eko Suwanto, mengungkapkan bahwa terdapat 13.669 anak putus sekolah di seluruh DIY. Data ini diperoleh dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemda DIY kepada DPRD tahun 2026.
Eko Suwanto lebih lanjut merinci bahwa dari jumlah tersebut, 8.066 anak telah terverifikasi. Tim juga mencatat 18 indikator penyebab anak-anak tersebut putus sekolah.
13.669 anak putus sekolah, terdapat 8.066 anak yang sudah terverifikasi dan penyebabnya ada 18 indikator yang dicatat tim.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
