PPGKEMENAG.ID — Sejumlah emiten properti nasional menunjukkan kinerja yang beragam pada kuartal I-2026. Di tengah tantangan suku bunga dan perlambatan daya beli di sejumlah segmen, beberapa perusahaan properti justru berhasil mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan, terutama yang ditopang oleh penjualan proyek premium dan pengembangan kawasan komersial terpadu.
Emiten Properti dengan Laba Bersih Terbesar
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis untuk periode kuartal I-2026, berikut adalah lima emiten properti dengan perolehan laba bersih terbesar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini:
1. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) memimpin daftar dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 578 miliar. Angka ini merefleksikan peningkatan lebih dari 10 kali lipat secara tahunan, sebuah lonjakan signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja impresif PANI didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang sangat agresif, mencapai Rp 1,1 triliun atau melesat 82 persen. Penjualan proyek di kawasan PIK 2 menjadi motor utama di balik capaian laba bersih perseroan.
2. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)
Menyusul di posisi kedua, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan laba bersih sebesar Rp 542 miliar pada kuartal I-2026. Raihan ini menunjukkan lonjakan fantastis sebesar 317 persen secara tahunan.
Pendapatan perseroan turut tumbuh signifikan, mencapai Rp 743 miliar atau meningkat 74 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Pertumbuhan kinerja CBDK didorong oleh optimalisasi monetisasi kawasan CBD PIK2, yang mengindikasikan tingginya permintaan terhadap produk properti komersial.
3. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Meskipun mengalami penurunan kinerja secara tahunan, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) tetap masuk dalam jajaran emiten properti dengan laba terbesar. Perusahaan ini membukukan laba bersih Rp 518,3 miliar per 31 Maret 2026.
Namun, capaian laba tersebut sejatinya turun 21,51 persen dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya. Dari sisi pendapatan, penjualan dan pendapatan usaha CTRA tercatat Rp 2,55 triliun, menurun 6,37 persen secara tahunan dari Rp 2,73 triliun.
4. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil mencatatkan pembalikan kinerja atau turnaround yang signifikan pada awal tahun 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 513,8 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari kondisi rugi bersih Rp 55,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Performa ini ditopang oleh lonjakan penjualan dan pendapatan usaha yang mencapai Rp 2,9 triliun. Angka tersebut melesat 232 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang hanya Rp 874,5 miliar.
5. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) melengkapi daftar lima besar dengan perolehan laba bersih Rp 389,99 miliar. Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 29,31 persen secara tahunan.
Sepanjang kuartal I-2026, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 1,64 triliun, naik 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba PWON ini menunjukkan ketahanan bisnis properti berbasis recurring income, terutama dari segmen pusat perbelanjaan, perkantoran, dan hotel.
Emiten Lain: SMRA Belum Masuk Jajaran Lima Besar
Di luar lima emiten teratas, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 6,14 persen menjadi Rp 2,23 triliun. Namun, tekanan biaya dan beban mengakibatkan laba bersih perseroan turun 20,34 persen menjadi Rp 189,76 miliar.
Dengan capaian tersebut, SMRA belum berhasil menembus daftar lima emiten properti dengan laba terbesar pada kuartal I-2026.
Secara umum, kinerja emiten properti pada awal tahun 2026 memperlihatkan adanya polarisasi yang jelas. Emiten yang memiliki proyek premium, mengembangkan kawasan terpadu, serta menerapkan strategi monetisasi lahan yang agresif cenderung mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pengembang konvensional.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
