PPGKEMENAG.ID — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kian memprihatinkan. Pada Jumat (8/5/2026), antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga mulai melumpuhkan produktivitas warga yang terpaksa membolos kerja demi mendapatkan bensin.
Hendri (56), seorang karyawan perusahaan swasta, mengungkapkan bahwa ia harus merelakan waktu kantornya demi mengantre Pertamax di SPBU Jalan Imam Bonjol. Ia mengeluhkan lambannya respons pemerintah dalam menangani krisis yang sudah dirasakannya sejak dua minggu terakhir.
Kerjaan tertunda, mengantar anak tertunda, ini saya bolos kerja. Untungnya kantor memaklumi karena kita antre minyak.
Perbandingan dengan Daerah Tetangga dan Tuntutan Evaluasi
Hendri merasa heran karena kelangkaan ini seolah hanya terjadi di Palangka Raya. Ia membandingkan situasi di ibu kota Kalimantan Tengah ini dengan daerah tetangga seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang terpantau normal tanpa antrean.
Daerah lain bisa lancar, di sini kenapa enggak? Banjarmasin juga enggak ada antrean. Pemerintah harus gercep (gerak cepat), jangan tunggu berminggu-minggu. Evaluasi, kok kenapa jadi begini.
Harga Eceran Meroket Dua Kali Lipat
Kondisi di lapangan semakin sulit bagi masyarakat menengah ke bawah. Heri Maulana (40), warga lainnya, mengaku sudah menghabiskan waktu dua jam mengantre di SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 2. Ia sempat mencari alternatif di pedagang eceran, namun stok Pertalite sering kosong.
Kalaupun tersedia, harga di tingkat eceran sudah tidak masuk akal. Bahkan, harga Pertalite bisa naik hingga dua kali lipat dari harga normal.
Naik hampir dua kali lipat. Bayangkan Pertalite jadi Rp 20.000, padahal biasanya paling mahal Rp 13.000 di eceran. Enggak sanggup kalau begini terus.
Titik Kemacetan Parah Akibat Antrean
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan telah meluber hingga ke jalan raya dan mengganggu arus lalu lintas di beberapa titik:
- Jalan Tjilik Riwut Km 2,5: Antrean memanjang dari simpang Jalan Garuda hingga area SPBU.
- Jalan S Parman: Kendaraan pengantre memakan hingga seperempat badan jalan.
- Jalan Imam Bonjol: Ekor antrean mencapai pertigaan lampu merah di seberang Markas Kodam XXI Tambun Bungai.
Hingga saat ini, warga masih menanti langkah nyata dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengurai antrean serta menormalkan kembali pasokan BBM di Kota Cantik Palangka Raya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
