— Seorang jemaah haji asal Kabupaten Tanah Datar, Desma Herman Saer (63), yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 Embarkasi Padang, harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci.

Desma dinyatakan tidak laik terbang setelah tim medis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menemukan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan medis intensif.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat, M Rifki, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi keselamatan jemaah. “Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Istithaah (kemampuan) kesehatan benar-benar diterapkan agar jemaah terlindungi dari risiko yang tidak diinginkan selama menjalankan ibadah haji,” ujar Rifki.

Kondisi Medis yang Melemah

Desma tiba di Asrama Haji Embarkasi Padang menggunakan ambulans. Ia langsung mendapatkan penanganan darurat dari tim kesehatan PPIH.

Dokter Klinik Kesehatan Embarkasi Padang, Resnita, mengungkapkan bahwa saat kedatangan, kondisi jemaah sudah sangat lemah. Pembengkakan signifikan terlihat pada kedua kakinya.

Jemaah masuk ke ruang klinik menggunakan brankar (tandu dorong). Selain bengkak di kaki, jemaah tampak pucat, terdapat pembengkakan pada perut kiri bawah, serta memar akibat sempat terjatuh di kamar mandi.

Demikian dijelaskan Resnita mengenai kondisi awal Desma.

Diagnosis Anemia Berat dan Penanganan

Setelah serangkaian pemeriksaan penunjang, tim medis mendiagnosis Desma mengalami anemia berat dan gangguan elektrolit. Kondisi ini dipicu oleh penyakit keganasan yang dideritanya.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Kesehatan tertanggal 7 Mei 2026, Desma secara resmi dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara.

Saat ini, Desma telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ia menjalani prosedur transfusi darah.

“Saat ini jemaah menjalani perawatan dan transfusi darah sebanyak tiga kantong,” tambah dr Resnita.

Apresiasi dan Harapan

Sedianya, Desma dijadwalkan terbang menuju Jeddah menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 3513 pada Jumat (8/5/2026) dini hari.

M Rifki mengapresiasi kesigapan tim medis yang melakukan pemeriksaan berlapis di embarkasi. Menurutnya, pemantauan ketat di tahap akhir ini merupakan bentuk perlindungan bagi jemaah sebelum menempuh perjalanan panjang.

Alhamdulillah tim bergerak cepat. Kita doakan beliau segera pulih dan mudah-mudahan nantinya dapat bergabung bersama kloter berikutnya jika kondisi sudah memungkinkan,” harap Rifki.