— Seorang pencuri spesialis kotak amal diringkus warga di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Jumat (8/5/2026) malam. Penangkapan ini berhasil berkat kejelian seorang bocah kelas 4 Sekolah Dasar (SD) yang mengenali pelaku dari rekaman kamera pengawas.

Masjid Al Huda, lokasi kejadian, telah menjadi sasaran pencurian sebanyak dua kali sebelumnya. Menurut Ustad Abdurrahem, pengurus masjid, pelaku berhasil menggasak uang sebesar Rp 20 juta pada aksi pertama dan Rp 3 juta pada Rabu (6/5/2026) lalu.

“Setelah kami cek kotak amal sudah kosong, lalu kami cek kamera CCTV ternyata memang ada yang mencuri,” ungkap Abdurrahem, Sabtu (9/5/2026).

Identifikasi Pelaku Berkat CCTV dan Kejelian Bocah SD

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat mengenakan celana panjang, kaus lengan pendek berwarna gelap, topi, serta membawa gitar kecil. Meskipun ciri-cirinya terekam jelas, warga sekitar awalnya tidak ada yang mengenali sosok tersebut.

Titik terang muncul ketika pelaku kembali mendatangi area masjid pada Jumat malam. Mirza, bocah kelas 4 SD yang sedang bermain usai salat Isya, menyadari kehadiran pria dengan ciri-ciri persis seperti yang ada di rekaman CCTV.

Tanpa ragu, Mirza segera berlari ke rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter dari masjid untuk melaporkan temuannya kepada Ustad Abdurrahem.

“Anak saya itu langsung bilang kalau di sekitar masjid ada pelaku itu. Saya langsung cepat-cepat ke sana dan akhirnya bersama warga mengamankan orang tersebut,” jelas Abdurrahem.

Pelaku Babak Belur Diamuk Massa, Polisi Amankan untuk Penyelidikan

Kabar tertangkapnya maling kotak amal itu menyebar cepat di kalangan warga. Massa yang tersulut emosi segera berdatangan ke lokasi dan melampiaskan kemarahannya dengan memukuli pelaku hingga babak belur, sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi.

Kapolsek Burneh, Iptu Mas Herly Susanto, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan di Mapolsek Burneh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, identitas pelaku belum dapat dipastikan karena ia tidak membawa dokumen pengenal.

“Pelaku mengaku berasal dari Ponorogo namun tinggal di Surabaya dan kerap mengamen di Bangkalan. Aksi pencurian itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” pungkas Herly.

Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara (TKP) lain yang pernah disasar pelaku.