— Kepolisian Resor Karawang akan memberlakukan rekayasa lalu lintas pada Sabtu, 9 Mei 2026, untuk mengantisipasi kepadatan saat Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Jadi Tatar Sunda.

Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan yang akan dilalui peserta kirab mulai pukul 16.00 WIB. Rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mencegah kemacetan dan menjamin keselamatan ribuan peserta serta masyarakat yang menyaksikan acara budaya tersebut.

“Jangan memaksakan melintas di jalur kirab. Gunakan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar dan tidak terjebak kepadatan arus lalu lintas,” ujar Cep Wildan.

Rute kirab akan dimulai dari Stasiun Karawang menuju Alun-Alun Karawang. Ruas jalan yang akan dilalui meliputi Jalan Tuparev, Jalan Kertabumi, Jalan Ahmad Yani, dan kawasan Alun-Alun Karawang.

Polres Karawang telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis guna mengurai kepadatan kendaraan yang mungkin terjadi.

Detail Kirab dan Pengamanan

Cep Wildan menjelaskan, kirab budaya ini akan dimeriahkan oleh beragam elemen. Di antaranya, janur buah, penari Bali dan Sunda, payung, kuda pengawal, serta rombongan Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Jawa Barat dengan kuda kavaleri.

Turut serta pula Bupati Karawang dan rombongan VIP/VVIP dengan empat kuda pengawal. Kemeriahan kirab juga dilengkapi dengan Kereta Kijagarasa yang membawa Mahkota Binokasih, Kereta Nyi Mas Melati, serta Kereta Nyi Mas Melati LP yang membawa Ibu Wakil Bupati, Ibu Bupati, dan Ni Hyang.

Selain itu, akan ada kereta dan pengawal tambahan, serta rombongan kesenian dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat yang turut memeriahkan.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan, Polres Karawang mengerahkan sebanyak 142 personel pengamanan. Mereka akan ditempatkan di sepanjang rute kirab dan titik-titik rawan kemacetan.

Personel bertugas memastikan keamanan, ketertiban, dan pelayanan optimal kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Pengamanan harus dilaksanakan secara humanis, tegas, dan terukur. Hindari tindakan arogan serta utamakan pelayanan kepada masyarakat agar kegiatan budaya ini berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Selain itu, Cep Wildan juga mengimbau masyarakat agar tidak memarkir kendaraan di bahu jalan sepanjang rute kirab. Parkir sembarangan berpotensi menghambat jalannya kegiatan dan arus lalu lintas. Polisi akan melakukan penertiban terhadap kendaraan yang melanggar aturan parkir demi menjaga kelancaran acara.