PPGKEMENAG.ID — Pria yang mengaku sebagai anggota Brimob terekam kamera CCTV saat membawa kabur sepeda motor milik pemilik bengkel di Jalan Ngumban Surbakti, Kota Medan. Aksi penipuan yang berujung pada pencurian ini kemudian viral di media sosial.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar, tampak pelaku berjaket hitam berjalan kaki menghampiri pekerja bengkel dan korban. Tak lama berselang, pelaku terlihat dibonceng oleh pekerja bengkel menggunakan sepeda motor milik korban, kemudian pergi dari lokasi.
Ngaku anggota Brimob, pelaku pencurian modus hipnotis terjadi di Kota Medan.
Demikian narasi yang menyertai unggahan video tersebut.
Korban, Erawadi (56), menceritakan bahwa insiden itu terjadi pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ia sedang sibuk memperbaiki mesin mobil di bengkelnya.
“Tiba-tiba dia menghampiri, jalan kaki katanya diantar kawannya, terus menepuk pundak saya dua kali,” kata Erawadi saat diwawancarai di bengkelnya pada Jumat (8/5/2026).
Pelaku, yang menggunakan bahasa Jawa, berpura-pura sudah lama mengenal Erawadi. Meskipun sempat merasa janggal, Erawadi mengaku percaya pada pelaku.
“Dia ngaku dari Brimob dan perawakannya memang kayak aparat jadi saya percaya,” ujar Erawadi.
Erawadi kemudian meladeni permintaan pelaku yang meminta tolong untuk memperbaiki mobil komandannya di kantor Sabhara. Pelaku lantas meminta diantar ke lokasi tersebut.
“Saya suruh lah anak antar pelaku,” ucap Erawadi.
Anaknya, Nanda (25), bergegas membawa sepeda motor dan membonceng pelaku.
Selang beberapa jam, Erawadi menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. “Ternyata itu anak yang menelepon pakai ponsel satpam di kantor Pramuka, dekat Asrama Haji Johor,” ungkapnya.
Dari percakapan tersebut, Erawadi terkejut mengetahui bahwa anaknya diturunkan di jalan dan pelaku membawa kabur sepeda motornya.
Nanda mengaku tidak sadar telah ditipu pelaku. “Sepanjang jalan dia ajak ngomong saja memang. Katanya bagus-bagus lah kerja di bengkel dan lain-lain,” ucap Nanda.
Nanda menambahkan, “Saya diturunkan dekat Asrama Haji, alasannya mau junpai komandannya untuk ambil kunci. Setelah satu setengah jam baru sadar saya motor itu dibawa lari.”
Erawadi mengaku baru pertama kali mengalami peristiwa pencurian dengan modus seperti itu. Namun, ia mengetahui bahwa temannya yang juga pemilik bengkel di Jalan Marelan pernah mengalami hal serupa.
“Ada teman bengkel juga ternyata pernah kena tipu sama pelaku ini. Cuma di sana dia ngakunya TNI,” sebut Erawadi.
Hingga saat ini, Erawadi mengaku belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Video CCTV tersebut sengaja disebarkan agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.
Di lain pihak, Kepala Polsek Sunggal Kompol Muhammad Yunus Tarigan menuturkan, pihaknya belum mendapati laporan dan informasi terkait insiden tersebut.
“Belum dapat informasinta coba nanti kami cek,” kata Yunus pada Jumat (8/5/2026).
Ikuti PPGKEMENAG.ID
