PPGKEMENAG.ID — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap tiga pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara terpaksa dihentikan sementara pada Jumat (8/5/2016) malam. Penghentian ini dilakukan menyusul kondisi cuaca buruk dan ancaman erupsi susulan dari gunung api tersebut.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa tim gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. “Pukul 20.00 WIT, operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Sabtu besok,” kata Iwan, Jumat malam.
Iwan merinci, tantangan yang dihadapi tim di lokasi meliputi kondisi cuaca hujan lebat, medan yang terjal, visibilitas yang sangat terbatas, serta bahaya erupsi susulan yang dapat mengancam keselamatan petugas. Ia pun memohon doa dari masyarakat agar operasi SAR dapat berjalan lancar.
Mohon doanya agar operasi SAR terhadap tiga orang pendaki yang masih dalam pencarian dapat berjalan dengan aman, lancar dan maksimal.
Total pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono mencapai 20 orang. Dari jumlah tersebut, 11 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan sembilan lainnya adalah warga negara asing (WNA) asal Singapura.
Hingga operasi dihentikan, sebanyak 15 pendaki telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka terdiri dari delapan WNI dan tujuh WNA. Sementara itu, dua WNI yang merupakan pemandu lokal dan juga korban selamat, turut bergabung dalam tim pencarian untuk membantu menemukan tiga pendaki yang masih hilang.
Sementara itu dua WNI (korban selamat) yang merupakan guide lokal turut bergabung dalam proses pencarian, dan tiga orang masih dalam pencarian.
Tim gabungan yang terlibat dalam upaya SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, potensi SAR, Petugas Pos Pemantauan Gunung Api Dukono, relawan, serta masyarakat setempat.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
