— PT Antar Lintas Sumatera (ALS) masih berupaya keras menghubungi keluarga dari dua penumpang yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Kecelakaan tragis pada Rabu (6/5/2026) siang itu menewaskan total 17 orang.

Humas PT ALS Alwi Matondang menyatakan, dua korban yang keluarganya belum berhasil dihubungi adalah Sukardi, penumpang yang berangkat dari Semarang menuju Medan, serta Relodo, penumpang dari Tegal dengan tujuan Pematang Siantar.

Ini ada tinggal dua keluarga korban penumpang lagi yang belum bisa dihubungi.

Pernyataan tersebut disampaikan Alwi Matondang saat diwawancarai di kantornya, Jumat (8/5/2026). Ia menambahkan bahwa keluarga korban lainnya, termasuk keluarga sopir dan kernet bus yang turut meninggal dunia, telah diberangkatkan ke Palembang untuk proses identifikasi korban.

Ya kami minta bantuan lah kepada media untuk mengabarkan ini. Biar kita fasilitasi keberangkatannya ke Palembang untuk tes DNA.

Alwi menekankan pentingnya peran media untuk membantu menyebarkan informasi ini agar kedua keluarga korban dapat segera terhubung dan difasilitasi keberangkatannya ke Palembang guna tes DNA.

Kronologi Kecelakaan Maut Bus ALS

Kecelakaan nahas tersebut terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, siang di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Sebuah bus ALS jurusan Pati-Medan bertabrakan hebat dengan truk tangki bermuatan minyak milik PT Serelaya.

Dampak tabrakan yang sangat keras itu seketika memicu kebakaran hebat, melalap habis bus dan truk tangki tersebut. Peristiwa ini menjadi sorotan nasional karena jumlah korban jiwa yang signifikan.

Total 17 orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden ini. Sebanyak 15 korban berasal dari penumpang bus ALS, sementara dua korban lainnya merupakan awak dari truk tangki. Beruntungnya, tiga penumpang bus ALS dilaporkan selamat dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Penyelidikan awal oleh pihak kepolisian menduga kecelakaan dipicu saat bus ALS berusaha menghindari lubang di jalan yang kondisinya tidak rata. Dalam upaya menghindari lubang tersebut, bus diduga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk tangki yang melaju dari arah sebaliknya.