— Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali bertambah. Muhammad Tahrul Hubaidi (31), warga asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 11.55 WIB, setelah tiga hari menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Rupit.

Dengan kepergian Tahrul, total korban jiwa dalam tragedi Bus ALS versus truk tangki ini kini resmi berjumlah 17 orang.

Luka Bakar 99 Persen

Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Sodikin, menjelaskan bahwa Tahrul merupakan satu dari empat penumpang yang sempat dinyatakan selamat dalam insiden maut yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) siang. Namun, kondisi luka bakarnya sangat memprihatinkan.

“Korban meninggal dunia akibat luka bakar yang mencapai 99 persen di sekujur tubuhnya,” ungkap Iin.

Pihak RSUD Rupit melalui perwakilan medis, Riska, menambahkan bahwa tim dokter telah melakukan berbagai upaya maksimal. Tindakan medis meliputi inkubasi, pemasangan ventilator, hingga operasi debridement untuk membersihkan jaringan luka bakar pada korban.

“Setelah operasi, kondisi korban sempat stabil. Namun, lama-kelamaan mengalami penurunan fungsi tubuh karena infeksi luka bakar berat dan gangguan pernapasan serius hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia tadi siang,” ujar Riska saat memberikan keterangan, Jumat sore.

Rencana Rujuk ke Palembang Terhenti

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Tahrul rencananya akan dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang melalui jalur darat untuk mendapatkan perawatan spesifik, menyusul korban selamat lainnya bernama Ngadiono. Namun, kondisi Tahrul yang terus fluktuatif membuat tim medis menunda keberangkatan tersebut demi keamanan pasien.

“Kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan di perjalanan karena kondisinya belum stabil, sehingga rujukan ditunda hingga keadaan membaik, namun takdir berkata lain,” tambah Riska.

Berencana Mencari Kerja di Sumatera Barat

Kepergian Tahrul menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Pemuda asal Tegal ini menaiki bus ALS dengan harapan bisa mengubah nasibnya dengan mencari pekerjaan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

“Rencananya mau ke Sumbar itu cari kerja, karena ada saudara di sana,” kenang Murni, saudara ipar Tahrul, dengan nada lirih.

Niat tulus untuk memperbaiki ekonomi keluarga tersebut kini pupus di tangan maut yang menjemputnya di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara.

Proses Pemulangan Jenazah

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, melalui Kasat Lantas AKP M Abdul Karim, membenarkan kabar duka tersebut. Pihaknya menyatakan sedang berkoordinasi dengan RSUD Rupit untuk pemulangan jenazah.

“Benar, salah satu korban yang dirawat di RSUD Rupit meninggal dunia atas nama Muhammad Tahrul Hubaidi asal Tegal. Kami sedang mengoordinasikan bantuan kendaraan untuk keluarga guna membawa jenazah ke kampung halamannya di Jawa Tengah,” kata AKP M Karim.

Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling memilukan di wilayah Muratara, di mana mayoritas korban meninggal dunia dalam kondisi terbakar akibat benturan hebat bus dengan truk tangki BBM.