PPGKEMENAG.ID — Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang menemukan ruang penguatan jejaring dan dukungan komunitas dalam sebuah pentas seni dan budaya yang meriah. Sekitar 1.500 warga Indonesia memadati Ichikawa City Cultural Hall, Jepang, menunjukkan tingginya antusiasme akan kebutuhan sosial dan akses informasi di negeri Sakura.
Kehidupan pekerja migran di negeri orang tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan dan penghasilan, tetapi juga kebutuhan akan ruang sosial, dukungan komunitas, hingga akses informasi. CEO MahaJob, Mahmudi Fukumoto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk memperkuat koneksi antarsesama warga Indonesia, termasuk para pekerja migran yang tersebar di berbagai wilayah.
“Sekitar 1.500 peserta yang datang hari ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk berkumpul, saling terhubung, dan mendapatkan ruang seperti ini memang sangat besar,” ujar Mahmudi dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Menurut Mahmudi, dukungan sosial dan jejaring yang kuat sangat dibutuhkan agar pekerja migran Indonesia dapat menjalani kehidupan yang lebih baik selama bekerja di luar negeri.
Penguatan Jejaring dan Akses Informasi
Selain menjadi ajang silaturahmi, acara tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan sosialisasi penting. Kepolisian Jepang turut hadir menyampaikan informasi vital bagi warga negara asing agar dapat hidup aman dan tertib selama berada di Jepang.
Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo juga memberikan sambutan, menegaskan kehadiran negara bagi warganya. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai layanan remitansi, memfasilitasi pengiriman uang dari Jepang ke Indonesia dengan lebih mudah.
Kemeriahan Budaya dan Tausiyah Gus Iqdam
Kegiatan ini dikemas apik melalui pendekatan budaya yang kaya. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari Tari Piring, Tari Kecak, hingga musik taiko Jepang yang energik, serta hadroh yang menyejukkan. Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah dan sesi interaksi yang mempererat tali persaudaraan antarpeserta.
Puncak acara menghadirkan pendakwah kondang Gus Iqdam. Kehadirannya menjadi daya tarik utama, terbukti dengan antusiasme ribuan masyarakat Indonesia yang memenuhi aula untuk mendengarkan tausiyahnya.
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Gus Iqdam juga menggelar lelang sejumlah barang pribadinya, yakni dua jaket dan satu sorban. Lelang tersebut berhasil menghimpun dana sekitar Rp 40 juta, menambah kemeriahan dan kebermanfaatan acara.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
