— Kolong flyover Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, yang sebelumnya identik dengan tempat singgah tunawisma dan arena tawuran, kini telah berubah wajah menjadi pusat kegiatan olahraga bagi warga sekitar. Transformasi ini terlihat setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan penataan menyeluruh di kawasan tersebut.

Setiap hari, area di bawah flyover tersebut ramai dipadati oleh anggota Jakarta Militan Fight Boxing Camp. Mereka datang untuk berlatih tinju dan berbagai jenis bela diri lainnya, memanfaatkan fasilitas samsak dan ring tinju yang kini tersedia.

Perubahan signifikan ini, menurut Pengurus Bidang Kepelatihan Jakarta Militan Fight, Yance Sasapta, berawal dari kepedulian Wali Kota Jakarta Timur terhadap tingginya angka tawuran di wilayahnya.

“Dulu Pak Wali Kota itu dengar di Jakarta Timur ini tingkat tawurannya tinggi. Akhirnya Pak Wali Kota ini ngumpulin nih dari beberapa anak-anak yang sering tawuran, kalau orang bilang mah gangster ya,” kata Yance saat ditemui di kolong flyover Pasar Rebo, Jumat (8/5/2026).

Dari pertemuan tersebut, Pemkot Jakarta Timur kemudian memfasilitasi sejumlah remaja, termasuk mantan pelaku tawuran, untuk berpartisipasi dalam ajang tinju Gladiator di Stadion Pakansari, Bogor.

“Nah, kebetulan salah satu anak gangster ini tanding, tinju sama anak Depok. Tandinglah mereka di Bogor dan Wali Kota itu dengar, ‘kalau emang lu menang, nih anak gangster nih menang, gua hadiahi camp‘,” tutur Yance, menirukan ucapan Wali Kota.

Pertandingan krusial itu berhasil dimenangkan oleh seorang petinju yang akrab disapa Pale. Hingga saat ini, Pale bahkan masih mampu mempertahankan sabuk juaranya di ajang Gladiator.

Kemenangan Pale menjadi pemicu bagi Pemkot Jakarta Timur untuk merealisasikan janji. Sebuah sasana tinju kemudian dibangun di kolong flyover Pasar Rebo, tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga untuk menyediakan wadah bagi warga sekitar menyalurkan hobi dan bakat olahraga mereka.

Keberadaan sasana ini tidak hanya menarik perhatian warga sekitar Pasar Rebo. Sejumlah individu dari luar Jakarta pun turut datang untuk bergabung dan berlatih di Jakarta Militan Fight Boxing Camp.

Saat ini, tercatat sekitar 30 orang aktif berlatih tinju di lokasi tersebut. Yance menegaskan bahwa seluruh sesi latihan diberikan secara gratis kepada para peserta.

Namun, ada satu syarat utama yang harus dipatuhi oleh para petinju yang berlatih di sana.

“Cuma syaratnya kalau latihan harus pakai handwrap sama glove. Jangan mukul samsak pakai tangan kosong karena bisa cedera,” tegas Yance, mengingatkan pentingnya keselamatan.