— Pemerintah Kota Jakarta Timur mengungkapkan alasan strategis di balik pemilihan kolong Flyover Pasar Rebo, Ciracas, sebagai lokasi sasana tinju. Kawasan tersebut dipilih lantaran kerap menjadi titik rawan tawuran yang meresahkan.

Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya untuk menekan angka tawuran di wilayah tersebut. “Sering terjadi tawuran di daerah TB Simatupang dan juga flyover ini,” ujar Eka di kolong Flyover Pasar Rebo, Jumat (8/5/2026).

“Makanya kita memilih tempat di sini ada skateboard, ada ring tinju, biar mereka mengingatkan, supaya tawuran itu benar-benar memprihatinkan buat kita.”

Pembangunan sasana tinju ini, lanjut Eka, bertujuan menyediakan wadah penyaluran minat dan bakat bagi anak-anak muda. “Sebagai penyaluran minat dan bakat daripada anak-anak kita untuk menekan tawuran. Bahkan menghilangkan (dan) mencegah tawuran di wilayah Kota Jakarta Timur,” tegasnya.

Eka juga memastikan, proyek pembangunan sasana tinju ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Saat ini, sasana di kolong flyover masih dalam tahap pengecatan, pembuatan mural, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet.

Meski demikian, fasilitas utama seperti samsak dan ring tinju sebagai sarana latihan bagi warga sudah tersedia dan siap digunakan. “Alhamdulillah hari ini kurang lebih sudah 90 persen selesai,” kata Eka. “Hanya saja perlu dihias estetikanya dan juga ada beberapa mural yang untuk pesan-pesan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.”

Transformasi Kolong Flyover

Transformasi signifikan telah terjadi di kolong Flyover Pasar Rebo. Kawasan yang sebelumnya identik sebagai tempat singgah gelandangan dan lokasi tawuran itu, kini telah disulap menjadi pusat kegiatan olahraga bagi warga sekitar. Perubahan ini merupakan hasil penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Setiap harinya, kolong flyover tersebut kini ramai dipadati warga, khususnya anggota Jakarta Militan Fight Boxing Camp, yang antusias berlatih tinju. Fasilitas seperti samsak dan ring tinju telah tersedia, digunakan untuk latihan olahraga tinju maupun bela diri lainnya.

Berawal dari Ide Wali Kota

Menurut Yance Sasapta, Pengurus Bidang Kepelatihan Jakarta Militan Fight, ide pembangunan sasana tinju ini berawal dari keinginan kuat Wali Kota Jakarta Timur untuk menekan angka tawuran di wilayahnya. “Dulu Pak Wali Kota mendengar tingkat tawuran di Jakarta Timur ini tinggi,” ungkap Yance di kolong flyover Pasar Rebo, Jumat (8/5/2026). “Akhirnya, Pak Wali Kota mengumpulkan beberapa anak-anak yang sering tawuran, atau yang biasa disebut gangster.”

Dari pertemuan tersebut, Pemkot Jakarta Timur kemudian memfasilitasi para remaja mantan pelaku tawuran untuk bertanding tinju dalam ajang Gladiator di Stadion Pakansari, Bogor. “Kebetulan salah satu anak gangster ini bertanding tinju melawan anak Depok,” kenang Yance. “Mereka bertanding di Bogor, dan Wali Kota mendengar. Ia berjanji, ‘kalau memang kamu menang, anak gangster ini menang, saya hadiahi camp‘.”

Pertandingan tersebut dimenangkan oleh petinju yang akrab disapa Pale. Yance menambahkan, hingga kini Pale masih berhasil mempertahankan sabuk juaranya di ajang Gladiator.

Kemenangan Pale menjadi pemicu bagi Pemkot Jakarta Timur untuk merealisasikan pembangunan sasana tinju di kolong Flyover Pasar Rebo, memberikan tempat bagi warga sekitar untuk berlatih dan menyalurkan hobi. Keberadaan sasana ini tidak hanya menarik minat warga sekitar, tetapi juga sejumlah warga dari luar Jakarta yang turut datang untuk berlatih di Jakarta Militan Fight.

Saat ini, sekitar 30 orang aktif berlatih tinju di lokasi tersebut. Yance menegaskan bahwa seluruh sesi latihan diberikan secara gratis. “Cuma syaratnya kalau latihan harus pakai handwrap sama glove. Jangan memukul samsak pakai tangan kosong karena bisa cedera,” pungkasnya.