PPGKEMENAG.ID — Kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, menyisakan duka mendalam. Salah satu korban meninggal dunia yang baru kembali bekerja sekitar satu pekan sebelum insiden tragis itu adalah Aryanto alias Yanto (49), sopir truk tangki milik PT Seleraya.
Aryanto tewas setelah truk tangki yang dikemudikannya bertabrakan dengan bus ALS pada Rabu (6/5/2026). Benturan keras memicu kebakaran hebat yang menghanguskan kedua kendaraan dan menewaskan 16 orang, termasuk Aryanto.
Baru Seminggu Kembali Bekerja
Herman (44), salah satu anggota keluarga korban, mengungkapkan bahwa Aryanto telah bekerja sebagai sopir truk tangki pengangkut minyak mentah PT Seleraya di Muratara sejak tahun 2013. Menurut Herman, Aryanto memiliki pola kerja dua pekan bekerja dan satu pekan libur.
Pada saat kecelakaan terjadi, Aryanto baru sepekan kembali bekerja setelah menjalani masa libur.
Biasanya dua minggu kerja, seminggu libur. Nah, ini baru masuk seminggu kerja waktu kejadian.
Herman menambahkan, saat insiden nahas itu, Aryanto berada di dalam truk bersama kernetnya, Toni. Keduanya tidak berhasil menyelamatkan diri dan terjebak di dalam kendaraan yang terbakar.
Kemarin sempat dibedakan kantong jenazahnya yang dari bus ALS. Jenazah Yanto dan Toni itu nomornya 16 dan 15, tetapi tidak tahu yang mana karena sudah sulit dikenali.
Setelah proses identifikasi rampung, jenazah Aryanto rencananya akan dibawa ke Dusun Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, untuk dimakamkan.
Rencananya dimakamkan di dusun karena anak dan istrinya di sana. Kami masih menunggu kabar dari polisi.
Dikenal Pekerja Keras dan Sopan
Kepergian Aryanto meninggalkan duka mendalam bagi istri dan ketiga anaknya. Paman korban, Maryun (53), menceritakan bahwa sejumlah anggota keluarga, termasuk istri dan anak-anak Aryanto, telah tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk menunggu proses identifikasi jenazah.
Maryun mengaku sempat melihat kondisi jenazah korban yang sudah sulit dikenali akibat luka bakar serius.
Aryanto tinggal di Desa Belani, Kabupaten Musi Rawas Utara. Dia memiliki tiga orang anak.
Menurut Maryun, Aryanto dikenal sebagai sosok pekerja keras dan pribadi yang sopan. Sebelum menjadi sopir truk tangki, ia lebih dulu bekerja sebagai kenek. Diperkirakan, Aryanto telah mengabdi selama enam hingga tujuh tahun.
Kami tentu terkejut saat mendengar kabar Aryanto meninggal dunia. Setelah mendapat informasi dari keluarga bahwa jenazah dibawa ke Palembang, kami langsung datang ke sini.
Posko DVI Dibuka di Palembang
Polda Sumatera Selatan membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang pada Kamis (7/5/2026). Posko ini didirikan untuk mempercepat proses identifikasi 16 jenazah korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM di Muratara.
Jenazah para korban tiba di Palembang antara pukul 05.10 WIB hingga 05.32 WIB. Kabid Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto menyatakan, proses identifikasi menjadi tantangan berat bagi tim medis karena sebagian besar korban mengalami luka bakar serius sehingga sulit dikenali secara fisik.
InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta.
Proses identifikasi melibatkan 30 tenaga medis dan tujuh dokter forensik. Lima dokter forensik didatangkan khusus dari Jakarta untuk membantu pemeriksaan jenazah.
Ada lima dokter forensik dari Jakarta. Jadi total kita ada tujuh dokter forensik yang membantu proses identifikasi.
Andrianto memperkirakan, proses identifikasi dapat memakan waktu beberapa hari mengingat kondisi jenazah yang terbakar. Untuk memperlancar identifikasi, tim DVI mulai mendata ciri-ciri korban dari pihak keluarga.
Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban.
Keluarga Korban Diminta Datang ke Posko
Polda Sumsel mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam perjalanan bus ALS tersebut untuk datang ke Posko DVI RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Keluarga diminta membawa data pendukung untuk membantu proses identifikasi primer dan sekunder, seperti identitas resmi (KTP, kartu keluarga, atau ijazah) atau data medis (hasil rontgen gigi, catatan medis, ciri fisik khusus, atau data DNA jika diperlukan).
Andrianto menjelaskan, keluarga korban dapat langsung melapor ke posko atau menghubungi call center tim DVI di nomor 082178038910.
Langsung lapor ke posko, nanti akan dijelaskan persyaratannya seperti KTP, ijazah, dan pemeriksaan dokter yang diperlukan.
Hingga Kamis pagi, sekitar lima jenazah disebut mulai mendekati hasil identifikasi pasti, termasuk pengemudi truk tangki Aryanto dan sopir bus ALS bernama Alif. Namun, pihak rumah sakit tetap menunggu verifikasi ilmiah secara menyeluruh sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi.
Daftar Korban Meninggal Dunia
Tim DVI Polri bersama tim medis RS Bhayangkara Palembang telah memulai identifikasi korban kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki BBM di Muratara. Korban meninggal dunia terdiri dari kru kendaraan dan penumpang bus. Berikut daftar korban yang telah terdata:
- Aryanto (49), pengemudi mobil tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.
- Martoni (48), penumpang mobil tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
- Alif (44), pengemudi bus ALS, warga Jawa Tengah.
- Saf (50), kenek bus ALS, warga Medan.
- Maleh (42), kru bus ALS, warga Medan.
- Relodo, penumpang bus ALS.
- Zulkifli, penumpang bus ALS.
- Aldi Sulistiawan, penumpang bus ALS.
- Rani, penumpang bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.
- Bela, penumpang bus ALS, anak Aldi dan Rani.
- Celinton, penumpang bus ALS.
- Hisyamsiah Bachri, penumpang bus ALS.
- Sukardi, penumpang bus ALS.
- Salim, penumpang bus ALS.
- Budiyanto, penumpang bus ALS.
- Barhul Ulum, penumpang bus ALS.
Empat Korban Selamat
Selain 16 korban meninggal dunia, empat orang dilaporkan selamat dari kecelakaan tersebut. Tiga korban mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit. Sementara itu, satu korban lainnya hanya mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang.
Berikut daftar korban selamat:
- Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar.
- Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar.
- Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, mengalami luka bakar.
- M Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus ALS asal Riau, mengalami luka lecet atau luka ringan.
Bus Diduga Hindari Lubang Jalan
Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Bus ALS yang terbakar hangus diduga menabrak truk tangki BBM milik PT Seleraya setelah mencoba menghindari lubang di jalan.
Dugaan ini muncul dari hasil penyelidikan sementara Satlantas Polres Muratara bersama Ditlantas Polda Sumatera Selatan setelah olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan, bus ALS diduga masuk ke jalur kanan saat berupaya menghindari kerusakan jalan.
Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan, lalu mengambil jalur kanan.
Saat bus masuk ke jalur kanan, truk tangki BBM yang dikemudikan Aryanto melaju dari arah berlawanan. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan tersebut memicu kebakaran besar hingga menghanguskan bus, truk tangki, dan sejumlah korban yang terjebak di dalamnya.
Dari insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
