— Kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026) turut merenggut anggota keluarga Bupati Muratara, Devi Suhartoni. Insiden nahas ini terjadi ketika bus ALS menabrak truk tangki hingga terbakar.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Devi Suhartoni melalui akun Facebook pribadinya @Devi Suhartoni pada Jumat (8/5/2026). Ia mengungkapkan bahwa dua korban meninggal dunia merupakan kerabat dekatnya.

Dua korban adalah keluarga saya, sopir tangki minyak dari Desa Belani, nenek kami berdua beradik, namun ini semua jalan Tuhan, cobaan kepada saya sebagai pemimpin Muratara maupun sebagai keluarga.

Devi menambahkan, “Ya, sopir tangki itu kerabat saya dari Desa Belani.” Kedua korban dari truk tangki tersebut teridentifikasi sebagai Aryanto (49), pengemudi mobil tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau, dan Martono (48), kernet mobil tangki Seleraya, warga Muratara.

Upaya Ingatkan Bus ALS

Devi Suhartoni menegaskan bahwa pihaknya telah berulang kali berupaya menghentikan laju bus ALS yang melaju dengan kecepatan tinggi saat memasuki wilayah Muratara. Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh para sopir, hingga akhirnya kecelakaan fatal ini terjadi.

Menurut Devi, teguran itu diberikan karena banyak ruas jalan di Muratara yang rusak dan berlubang. Kondisi ini sangat berisiko bagi kendaraan yang melaju kencang.

Saya sudah berkali-kali bahkan menyetopkan bus-bus Lintas Sumatera masuk Muratara (untuk) hati-hati jangan ngebut karena jalan banyak rusak dan berlubang. Ketika jalan berlubang rata-rata secara naluri (sopir) adalah menghindar, ketika menghindar dua kemungkinan terjadi, yaitu masuk siring atau tabrakan.

Upaya Perbaikan Jalan

Devi juga menjelaskan bahwa ia telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi jalan di wilayahnya. Beberapa kali, penambalan jalan rusak telah dilakukan. Selain itu, laporan mengenai kerusakan jalan juga telah disampaikan kepada Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Berbicara ke Balai Satker sudah berkali-kali dan Satker juga bergerak sehari menambal. Tetapi, lubang masih banyak, tidak selesai-selesai karena anggaran dari nasional sangat kecil. Ke Kementerian Perhubungan karena ini jalan nasional, sebab di kementerian ada tim keselamatan jalan raya nasional, pernah turun sekali tidak ada realisasi.

Mengingat tantangan tersebut, Devi kembali mengimbau para pengemudi untuk mengurangi kecepatan saat melintasi Muratara guna meminimalkan risiko kecelakaan.

“Yang telah kami lakukan terus mengingatkan, masuk wilayah Muratara, jalan jelek atau bagus kecepatan maksimum 60 km/jam dan waspada,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan hebat ini menewaskan 16 orang. Sebanyak 14 korban adalah penumpang bus ALS, sementara dua korban lainnya merupakan sopir dan kernet truk tangki minyak.