PPGKEMENAG.ID — Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi pada Jumat (8/5/2026) pagi. Kolom abu vulkanik teramati membumbung tinggi hingga sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa status Gunung Dukono tetap berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif gunung tersebut.
“Jadi kalau misalnya akan beraktivitas, mohon diperhatikan wilayah sekitar gunung yang kita sampaikan 4 kilometer itu jangan mendekat ke arah sana. Karena gunung ini dalam kondisi aktif, bisa kapan aja terjadi erupsi,” ucap Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati saat konferensi pers di Kantor Badan Geologi Kementerian ESDM, Kota Bandung, Jumat (8/5/2026).
Ancaman Abu Vulkanik dan Potensi Lahar
PVMBG mencatat erupsi terkini terjadi pada pukul 07.41 WIB. Peristiwa ini terekam dengan amplitudo 34 milimeter dan berlangsung selama sekitar 967 detik.
Kolom abu yang teramati berwarna putih kelabu dengan intensitas tebal, terpantau mengarah ke utara. Kondisi ini berpotensi memengaruhi wilayah permukiman hingga mencapai Kota Tobelo.
“Ini akan kemungkinan berisiko terdampak hujan abu vulkanik. Ini kan kalau hujan abu vulkanik artinya berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat ya apabila terhirup gitu,” kata Rita.
Selain ancaman abu vulkanik, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar. Bahaya ini terutama patut diwaspadai saat musim hujan.
PVMBG mengidentifikasi aliran lahar berpotensi melintasi Sungai Mamuya di sektor utara, serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut. Ketiga sungai tersebut diketahui berhulu di puncak Gunung Dukono.
Peningkatan Aktivitas Sejak Maret
Secara historis, Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Rita menjelaskan, pada erupsi tahun 1933, kolom abu gunung tersebut bahkan pernah mencapai ketinggian 15 kilometer dari puncak.
Peningkatan aktivitas vulkanik dan kegempaan Gunung Dukono telah terdeteksi sejak 29 Maret 2026. Sejak tanggal tersebut, rata-rata terjadi 95 kali erupsi per hari.
Pada 30 Maret 2026, PVMBG mencatat total 199 kali erupsi dengan ketinggian kolom abu bervariasi antara 50 hingga 400 meter dari puncak.
“Erupsi terbaru terjadi Jumat pagi ini, disertai suara dentuman lemah-kuat, terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik, dengan ketinggian 10.000 meter dari puncak,” ujar Rita.
Sejak 11 Desember 2024, PVMBG telah merekomendasikan kepada masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang, yang menjadi pusat aktivitas Gunung Dukono.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
