PPGKEMENAG.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026) pagi meningkat tajam, menyebabkan erupsi yang dilaporkan memakan korban jiwa. Kolom abu setinggi 10.000 meter menyembur disertai suara dentuman keras sekitar pukul 07.41 WIT.
Data sementara mencatat tiga wisatawan diduga meninggal dunia dan lima pendaki lainnya mengalami luka-luka di kawasan gunung tersebut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kini berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan kondisi para korban.
Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati, menjelaskan bahwa Gunung Dukono telah berstatus Level II (Waspada) sejak tahun 2008 dan merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
“Kami sudah menaikkan jangkauan area larangan mendekat dari semula 3 kilometer menjadi 4 kilometer sejak 2024. Jadi, statusnya Waspada dan masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tersebut,” ujar Rita.
Rekomendasi Rutin dan Sosialisasi Pemerintah Daerah
Rita menekankan bahwa PVMBG rutin mengirimkan laporan rekomendasi mengenai kondisi gunung kepada pemerintah daerah setiap dua minggu sekali. Langkah ini bertujuan agar otoritas setempat dapat menyosialisasikan wilayah aman kepada masyarakat dan wisatawan.
“Rekomendasinya jelas, harus waspada dalam radius 4 kilometer. Selama mengikuti arahan dan tidak masuk ke zona bahaya, insya Allah aman dari ancaman lontaran batu pijar maupun lava,” tambahnya.
Potensi Hujan Abu di Kota Tobelo
Erupsi pagi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi sekitar 16 menit. Arah sebaran abu terpantau condong ke utara, mengindikasikan bahwa wilayah permukiman di sekitar lereng hingga Kota Tobelo perlu mewaspadai risiko hujan abu vulkanik.
“Hujan abu vulkanik berpengaruh terhadap kesehatan jika terhirup. Masyarakat diminta waspada, terutama di wilayah yang searah dengan tiupan angin,” jelas Rita.
Status Tetap Waspada, Belum Ada Penutupan Bandara
Meskipun terjadi erupsi besar dan menimbulkan korban, PVMBG menyatakan belum ada rencana untuk menaikkan status Gunung Dukono menjadi Siaga (Level III). Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas, menyebut aktivitas saat ini belum mengancam permukiman warga secara langsung.
“Jarak permukiman terdekat berada sekitar 8 kilometer dari kawah, sementara radius bahaya masih di angka 4 kilometer. Jadi status masih sesuai di Level 2 atau Waspada,” kata Tyas.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai penutupan bandara di sekitar lokasi karena tidak adanya rute penerbangan yang melintasi jalur distribusi abu tersebut secara dekat. PVMBG mengimbau para pendaki dan wisatawan untuk selalu mengecek status gunung api melalui laman resmi magma.vsi.esdm.go.id sebelum melakukan aktivitas pendakian.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
