— Cuaca panas ekstrem dapat memicu peningkatan beban kerja sejumlah peralatan elektronik rumah tangga, berpotensi mengakibatkan lonjakan tagihan listrik bulanan. Air Conditioner (AC) dan kulkas, yang merupakan kebutuhan vital sehari-hari, menjadi sorotan utama dalam kondisi ini.

AC berperan penting dalam mendinginkan ruangan di rumah maupun perkantoran, sementara kulkas esensial untuk menyimpan dan mengawetkan bahan makanan. Lantas, bagaimana strategi penggunaan kedua alat ini di tengah teriknya cuaca agar tagihan listrik tetap terkendali?

AC dan Kulkas Berpotensi Memicu Kenaikan Tagihan Listrik

Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno, menjelaskan bahwa AC dan kulkas termasuk peralatan yang berpotensi besar meningkatkan tagihan listrik. Hal ini terjadi lantaran cuaca panas memaksa kompresor bekerja lebih keras, yang pada gilirannya menaikkan konsumsi energi.

“Meningkatnya pemakaian energi disebabkan oleh durasi pemakaian yang meningkat. Kalau pada AC contohnya, salah satunya disebabkan cuaca panas yang mengakibatkan kerja kompresor menjadi ekstra sehingga konsumsi energinya naik,” kata Toto pada Minggu (3/5/2026).

Lebih lanjut, Toto menambahkan bahwa kinerja maksimal AC saat cuaca panas dapat diamati melalui volume air kondensasi yang dihasilkan. Air kondensasi terbentuk ketika udara hangat dan lembap bertemu dengan permukaan dingin pipa atau evaporator, menyebabkan uap air berubah menjadi cair.

Apabila air kondensasi berlebih, hal itu mengindikasikan bahwa kompresor AC beroperasi terus-menerus, yang berdampak langsung pada peningkatan konsumsi energi.

Tips Menggunakan AC saat Cuaca Panas

Toto mengidentifikasi beberapa faktor penyebab air kondensasi berlebih pada AC, antara lain filter udara yang kotor, saluran pembuangan tersumbat, isolasi pipa yang kurang baik, kekurangan freon, serta tingkat kelembapan udara yang tinggi.

Dalam menghadapi cuaca panas, salah satu tips termudah yang disarankan Toto adalah memberikan perlindungan pada unit outdoor AC agar tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Namun, ia menekankan agar perlindungan tersebut tidak menghalangi pembuangan udara panas dari unit outdoor.

“Tentunya ini dimulai dari perencanaan awal sebelum AC dipasang, misal outdoor AC tidak menghadap arah barat dan timur,” tambah Toto.

Jika unit sudah terpasang, modifikasi dapat dilakukan untuk melindungi outdoor dari paparan langsung sinar matahari. Selain itu, Toto menyarankan agar AC dirawat secara berkala dan digunakan sesuai kebutuhan. Ia mengimbau untuk mengatur suhu AC sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

“Gunakan energi listrik sesuai kebutuhan, pada utilitas seperti AC, lakukan perawatan secara berkala, kemudian setting suhu pada saat menggunakan AC sesuai dengan standar permenkes yaitu 22-26 derajat,” jelas Toto.

Tips agar Kulkas Tidak Menaikkan Tagihan Listrik

Untuk kulkas, Toto menjelaskan bahwa prinsip kerjanya memiliki kemiripan dengan AC, meskipun dengan kondisi yang sedikit berbeda karena kulkas umumnya berada di dalam ruangan.

“Alat elektronik seperti kulkas secara prinsip hampir sama, meskipun agak sedikit berbeda kondisinya, yakni kulkas terletak di dalam ruangan,” jelas Toto.

Toto menyarankan agar penempatan kulkas memperhatikan jarak minimal 5-10 sentimeter dari dinding bagian samping dan 15-20 sentimeter dari dinding bagian belakang (kondensor). Jarak ini penting agar udara panas dapat terdistribusi dengan lancar.

“Untuk kulkas sebenarnya lebih ke desain penempatan, misal antara kondensor dengan dinding minimal 5-10 cm sisi samping ke dinding, dan 15-20 cm bagian belakang (kondensor) ke dinding agar udara panas bisa terdistribusi secara lancar,” jelas Toto.

Manajer Komunikasi, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menambahkan agar masyarakat menghindari kebiasaan terlalu sering membuka-tutup pintu kulkas.

“Buka tutup kulkas yang berlebihan memang menyebabkan pemborosan listrik karena sistem pendingin harus bekerja ekstra,” jelas Dana pada Selasa (23/9/2025).

Dana menegaskan bahwa perilaku hemat energi yang sederhana tidak hanya dapat mengurangi tagihan listrik bulanan, tetapi juga memperpanjang umur kulkas.

Lebih lanjut, Dana mengimbau pelanggan untuk menerapkan penghematan energi secara bijak melalui beberapa cara berikut:

  • Mengatur suhu AC sesuai kebutuhan.
  • Mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan.
  • Menggunakan peralatan hemat energi (yang berlabel efisiensi).
  • Mengoptimalkan ventilasi alami pada siang hari.
  • Menggunakan listrik secara efisien dan bijak sesuai kebutuhan.