PPGKEMENAG.ID — Sembilan Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura terjebak erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026). Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan tujuh orang, namun dua WNA lainnya masih hilang dan dalam pencarian intensif di tengah ancaman lontaran lava pijar.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama BPBD Halmahera Utara melaporkan, sembilan pendaki asal Singapura tersebut terjebak di area puncak Gunung Dukono saat gunung api aktif itu melontarkan lava pijar. Mereka tengah melakukan pendakian ketika aktivitas vulkanik tiba-tiba meningkat.
Update Evakuasi: 7 Selamat, 2 WNA Masih Hilang
Hingga Jumat sore, upaya evakuasi tim gabungan membuahkan hasil. Tujuh dari sembilan WNA asal Singapura berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat. Mereka mampu turun dari kawasan puncak, meski harus menghadapi ancaman abu vulkanik yang pekat.
Ketujuh WNA yang berhasil dievakuasi adalah:
- T.Y.M.E. (30, L)
- O.S.S. (37, P)
- P.L. (33, P)
- L.H.E.I. (31, P)
- T.J.Y.G. (30, P)
- L.Y.X.V. (30, P)
- L.S.D. (29, L)
Sementara itu, dua pendaki Singapura lainnya, H.W.Q.T. (30) dan S.M.B.A.H. (27), masih dinyatakan hilang. Keduanya menjadi fokus utama pencarian intensif yang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Operasi SAR di Tengah Hujan Lava Pijar
Operasi penyelamatan di Gunung Dukono menghadapi tantangan luar biasa. Pada pukul 14.10 WIB, tim SAR sempat harus mundur ke Pos 5. Keputusan ini diambil setelah Gunung Dukono melontarkan lava pijar hingga radius 1,5 kilometer dari kawahnya, membahayakan keselamatan personel.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membenarkan penghentian sementara tersebut.
Operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel karena adanya potensi lontaran lava pijar.
Pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 15.25 WIB. Tim pertama, yang dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Halmahera Utara, bergerak mendekat dan kini berada hanya 500 meter dari puncak kawah.
Untuk meminimalisir risiko bagi tim evakuasi, mereka mengerahkan teknologi pesawat nirawak (drone). Drone ini digunakan untuk melacak keberadaan dua WNA yang masih hilang di area berbahaya.
Pengawasan Jalur Pendakian Wisatawan Asing
Kehadiran sembilan WNA di puncak Gunung Dukono saat status aktivitas gunung tersebut meningkat menjadi perhatian serius. Tim kedua SAR juga melakukan penyisiran di aliran sungai dekat puncak. Lokasi ini diduga menjadi area pelarian bagi kedua WNA yang hilang saat erupsi terjadi.
BNPB kembali mengeluarkan peringatan. Mereka menegaskan bahwa zona bahaya Gunung Dukono sangatlah fluktuatif dan berbahaya. Oleh karena itu, wisatawan asing maupun domestik diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas pendakian apa pun hingga kondisi gunung dinyatakan aman oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Operasi darurat ini terus berlangsung secara terpadu. Berbagai pihak seperti BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan tim medis bekerja sama untuk memastikan seluruh warga negara asing dan pendaki lokal dapat segera ditemukan.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
