— Sebanyak 252 siswa sekolah dasar (SD) di Jakarta Timur diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (9/5/2026). Insiden ini melibatkan siswa dari tiga SD di Cakung, Jakarta Timur, dengan puluhan di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa dugaan keracunan tersebut berasal dari makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. SPPG ini diketahui baru beroperasi selama satu bulan lebih.

Ani menjelaskan bahwa SPPG Pulogebang mulai beroperasi pada 31 Maret 2026. Menurutnya, peraturan kepala Badan Gizi Nasional memberikan waktu tiga bulan bagi penyedia layanan gizi untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dari catatan kami, SPPG ini mulai operasional 31 Maret 2026, dan peraturan kepala Badan Gizi Nasional, mereka diberikan waktu 3 bulan untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dinas Kesehatan melalui Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Pembinaan dan pengawasan dilakukan melalui inspeksi kesehatan lingkungan (IKL).

Dinas Kesehatan melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Bentuk Pembinaan dan pengawasan melalui inspeksi kesehatan lingkungan (IKL).

Ani menambahkan bahwa IKL sudah dilaksanakan dan saat ini SPPG tengah dalam proses perbaikan serta pelatihan bagi para penjamah makanannya.

IKL sudah dilakukan dan saat ini SPPG dalam proses perbaikan dan pelatihan bagi penjamah makanannya.

Dugaan Keracunan dan Kondisi Korban

Dari total 252 siswa yang dilaporkan orang tuanya mengalami gejala keracunan, 188 di antaranya telah mengakses fasilitas kesehatan (faskes). Hingga Sabtu (9/5/2026), 26 siswa masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Dinkes bersama Disdik mendata dari orang tua yang melaporkan anaknya bergejala, ada 252 yang melaporkan, yang berikut mengakses Faskes sejumlah 188 dan yang dirawat hingga hari ini ada 26.

Gejala dugaan keracunan ini menimpa siswa di tiga sekolah, yaitu SDN Cakung Timur 01, SDN Ujung Menteng 02, dan SDN Ujung Menteng 03.

Menu MBG yang disantap siswa pada hari itu terdiri dari bakmi Jawa, pangsit tahu, semangka, kecambah rebus, timun, dan tomat. Ani menduga pangsit isi tahu menjadi penyebab keracunan karena rasanya yang masam. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru akan keluar paling cepat Selasa depan.

Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan Laboratorium baru keluar paling cepat selasa depan.

Siswa yang mengalami gejala keracunan dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, dan RS Pekerja. Sementara itu, pasien yang mengakses puskesmas merupakan pasien rawat jalan dan saat ini sudah tidak ada lagi pasien yang dirawat di puskesmas.

Pasien yang mengakses Puskesmas adalah pasien rawat jalan, jadi sudah tidak ada pasien sekarang.