PPGKEMENAG.ID — Personel Brimob bersenjata lengkap diterjunkan saat Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gedung di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Lokasi tersebut diduga menjadi markas judi online internasional yang besar.
Dari penampakan yang terekam, suasana di dalam gedung menunjukkan puluhan orang berkumpul. Sebagian masih tampak duduk di depan komputer, sementara sebagian lainnya berdiri dan terlihat sedang didata atau diperiksa oleh petugas. Seorang anggota Brimob bersenjata lengkap dengan rompi bertuliskan “POLISI” terlihat berjaga di salah satu sudut ruangan, mengamankan jalannya proses penggerebekan.
Area tersebut menyerupai co-working space modern berlantai dua, lengkap dengan dekorasi kekinian. Dinding-dindingnya dihiasi tulisan “Ora et Labora” dan “Can’t, But We Can”, serta terdapat pohon hias di tengah ruangan, menciptakan kesan lingkungan kerja yang profesional.
Pada area pintu masuk sebuah ruangan kantor, terlihat personel Brimob bersenjata lengkap mengenakan helm taktis dan rompi antipeluru berjaga ketat. Dua anggota Brimob terlihat mengapit dua pria berpakaian sipil, yang diduga adalah penyidik atau petugas yang sedang melakukan pemeriksaan di lokasi. Latar belakang menunjukkan deretan meja kerja yang dilengkapi komputer, mengindikasikan bahwa ruangan tersebut merupakan pusat operasional.
Pada seragam salah satu anggota Brimob terpampang tulisan “Korps Brimob Metro Jaya”, sementara anggota lainnya mengenakan patch “Pelopor”, menunjukkan identitas pasukan khusus yang diturunkan dalam operasi ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengerahan personel Brimob bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Skala operasi yang menargetkan jaringan sindikat lintas negara ini memerlukan pengamanan ekstra.
“Benar, personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan ke lokasi untuk memberikan dukungan pengamanan area. Hal ini dilakukan guna menjamin kelancaran rekan-rekan penyidik di lapangan dalam mengumpulkan barang bukti serta mengamankan para terduga pelaku,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Hingga saat ini, kepolisian belum merinci jumlah tersangka maupun peran masing-masing pihak yang diamankan, mengingat proses pemeriksaan yang masih berlangsung intensif. Penyidik juga masih mendalami jaringan yang diduga kuat beroperasi secara lintas negara.
Dalam penggerebekan tersebut, tim penyidik telah mengamankan sejumlah individu dan menyita barang bukti berupa perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk operasional judi online. Informasi lengkap terkait kronologi dan hasil pengungkapan kasus akan disampaikan setelah proses penyelidikan awal selesai dilakukan.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
