PPGKEMENAG.ID — Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kini bertambah menjadi 18 orang.
Peningkatan angka korban ini terungkap setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan melakukan identifikasi. Awalnya, tim DVI menerima 16 kantong jenazah dari Muratara untuk diidentifikasi pada Rabu (6/5/2026).
Namun, dalam proses identifikasi, tim DVI menemukan potongan tubuh atau “part body” korban lain yang menempel di bawah ketiak salah satu jenazah.
“Dari 16 kantong jenazah, didapatkan 17 ‘body part’ atau 17 jenazah dengan keterangan di antaranya teridentifikasi 13 jenazah laki-laki dewasa, 3 jenazah perempuan dewasa, dan satu anak-anak yang belum dapat kita tentukan jenis kelaminnya,” ujar Budi dalam konferensi pers, Jumat (8/5/2026).
Satu Korban Meninggal di Rumah Sakit
Selain penemuan tersebut, satu korban selamat bernama Muhammad Fahrul Hubaidi (32) juga dinyatakan meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhir setelah sebelumnya menjalani operasi di RSUD Rupit, Kabupaten Muratara. Temuan ini menjadikan total korban meninggal menjadi 18 orang.
“Untuk korban meninggal total 18 orang. Untuk yang baru saja meninggal tidak dilakukan operasi DVI karena identitasnya sudah jelas,” tambah Budi.
Budi menjelaskan, Muhammad Fahrul Hubaidi meninggal akibat gagal fungsi pernapasan karena luka bakar yang dideritanya. Sebelumnya, korban sempat menjalani operasi di RSUD Rupit usai kecelakaan terjadi.
Muhammad Fahrul Hubaidi tercatat sebagai warga Tegal, Jawa Tengah. Jenazah korban rencananya akan dipulangkan ke rumah duka melalui jalur darat.
Kronologi Bus ALS Tabrak Truk Tangki
Kecelakaan tragis ini sebelumnya terjadi pada Rabu (6/5/2026) siang. Bus ALS jurusan Pati-Medan bertabrakan dengan truk tangki muatan minyak milik PT Serelaya di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.
Tabrakan keras tersebut langsung memicu kebakaran hebat yang melalap habis bus dan truk tangki.
Pihak kepolisian menduga, kecelakaan terjadi saat bus ALS berupaya menghindari lubang jalan yang tidak rata. Saat melakukan manuver tersebut, bus diduga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk tangki yang datang dari arah sebaliknya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
