— Tuntutan aktivitas masyarakat perkotaan yang kian padat memunculkan kebutuhan akan bantuan pengasuhan anak yang lebih praktis dan fleksibel. Di tengah kondisi ini, jasa baby sitter harian atau pengasuh anak per jam mulai banyak diminati, menjadi solusi bagi para orang tua yang mencari pendampingan anak sesuai durasi yang diperlukan.

Berbeda dengan pengasuh menetap yang umumnya bekerja penuh waktu dengan sistem bulanan, layanan baby sitter harian memungkinkan orang tua menyesuaikan durasi pengasuhan sesuai kebutuhan. Fleksibilitas ini dinilai lebih efisien, terutama bagi keluarga yang hanya membutuhkan pendamping anak pada waktu tertentu, seperti saat bekerja, menghadiri acara, atau sekadar ingin menikmati waktu istirahat sejenak. Kemudahan akses layanan ini juga didukung oleh pemanfaatan media sosial oleh para penyedia jasa.

Jejak Awal dari TikTok

Salah satu pelopor jasa baby sitter harian adalah Siti Maryam (31). Maryam, sapaan akrabnya, mulai meniti pekerjaan ini sejak September 2025. Awalnya, ia sering membagikan aktivitasnya saat menjaga pasien anak di rumah sakit melalui platform TikTok.

Respons tak terduga datang dari warganet yang mulai menanyakan kemungkinan jasa pengasuhan anak secara harian. Sekitar sebulan kemudian, Maryam mendapatkan pelanggan pertamanya untuk mendampingi seorang ibu yang baru menjalani operasi ringan di rumah sakit.

“Awalnya jagain pasien anak-anak saya up video di TikTok, dari video tersebut banyak yang tanya bisa enggak jagain anak-anak tapi bukan sakit, jadi dari situ orderan baby sitter mulai masuk,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (7/5/2026).

Sejak saat itu, layanan yang dijalankannya perlahan dikenal lebih luas melalui media sosial. Maryam menjelaskan, sistem pengasuh harian memberinya peluang untuk melayani beberapa pelanggan dalam sehari. Dalam kondisi ramai, ia bahkan bisa berpindah hingga tiga lokasi dengan total jam kerja mencapai 10 jam.

“Kadang ada libur sehari gitu kadang libur kadang lah gitu itu ada. Jadi lebih seringnya adalah keisi semua,” kata dia.

Pekerjaan yang dilakukan Maryam umumnya mencakup menemani anak bermain, memberi makan, mengganti popok, memandikan, hingga menidurkan anak. Semua tugas disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Maryam memilih sistem pengasuh harian karena dinilai lebih fleksibel dibanding menjadi pengasuh menetap. Dengan pola kerja tersebut, ia masih bisa mengurus anaknya sendiri sebelum mulai menerima pekerjaan.

“Karena waktunya fleksibel, saya juga ada anak di rumah, jadi pagi masih bisa anter anak sekolah, baru mulai job,” katanya.

Tarif Terjangkau, Permintaan Meningkat

Melalui akun Instagram dan TikTok @myambu.caregiver, Maryam memasang tarif Rp 30.000 per jam. Tarif tersebut, menurutnya, sengaja dibuat agar tetap terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Karena biar lebih terjangkau kan ya sama orang-orang yang ya pokoknya semua kalangan gitu,” ujarnya.

Permintaan jasa baby sitter harian, lanjut Maryam, biasanya meningkat tajam saat akhir pekan. Dalam kondisi ramai, ia bahkan bisa menerima pekerjaan sejak pagi hingga tengah malam. “Weekend paling ramai, bisa full dari habis subuh sampai tengah malam,” katanya.

Sebagian besar pelanggannya adalah ibu rumah tangga yang membutuhkan bantuan sementara untuk menjaga anak saat ada urusan di luar rumah atau sekadar ingin memiliki waktu untuk diri sendiri. Banyak pelanggan yang akhirnya kembali menggunakan jasanya secara berulang, bahkan sudah melakukan pemesanan untuk beberapa bulan ke depan.

“Alhamdulillah mereka yang pakai jasaku, rata-rata balik lagi minta ditemenin, sampe sudah ada yang booking tanggal untuk beberapa bulan ke depan ketika mereka mau ada acara diluar,” tutur Maryam.

Selain itu, jasa Maryam juga pernah digunakan kalangan influencer untuk membantu menjaga anak saat memiliki pekerjaan di luar kota. Ia menyebut salah satu pelanggannya adalah Marsha, adik dari Zaskia Adya Mecca, yang telah dua kali menggunakan jasanya.

“Beliau sudah dua kali pakai jasaku untuk nemenin baby-nya, kalau beliau ada kerjaan diluar (kota),” ujarnya.

Prioritas Kepercayaan dan Kenyamanan

Dalam menjalankan pekerjaannya, Maryam menilai membangun rasa percaya dengan orang tua menjadi hal paling penting. Ia berupaya memperlakukan anak-anak yang diasuh seperti anak sendiri agar mereka merasa nyaman.

“Utamanya jujur, layani anak-anak mereka seperti anak sendiri, dijaga dengan sepenuh hati, buat anak-anak merasa nyaman di dekat saya,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui menjaga anak dalam waktu singkat memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika anak sulit beradaptasi dengan orang baru.

“Kalau anaknya enggak mau sama orang lain, jadi mereka nangis terus waktu dijaga sama saya, kasian kalau harus nangis terus-menerus kan,” ujarnya.

Menurut Maryam, menjaga bayi dan anak-anak aktif membutuhkan perhatian ekstra karena risiko yang harus diantisipasi lebih besar. Meskipun pekerjaan tersebut cukup melelahkan, ia mengaku tetap menikmati profesinya karena memberinya kesempatan bertemu banyak orang dan mendapatkan pengalaman baru.

“Capek pasti, kalo tertekan enggak, dibawa happy aja, sambil bersyukur bisa punya penghasilan, bisa ketemu orang-orang baru. Kalau pusing lelah, ya minum kopi aja,” ucapnya.

Komitmen Maryam dalam memberikan pendampingan kepada klien juga tercermin dari nama layanan yang ia bangun, yakni Myambu Caregiver. Ia memilih nama tersebut karena ingin menghadirkan rasa nyaman dan perhatian layaknya seorang ibu kepada setiap pasien maupun anak yang diasuhnya. Dalam bahasa Sunda, kata “Ambu” berarti ibu.

Pilihan Fleksibel Orang Tua Muda

Kisah serupa datang dari Rania (27), seorang baby sitter harian yang telah menjalani pekerjaan ini selama sekitar dua tahun terakhir. Awalnya, ia hanya membantu menjaga keponakan dan anak tetangga sebelum akhirnya mulai menerima jasa pengasuhan berbayar.

Menurut Rania, kebutuhan akan pengasuh per jam semakin meningkat, terutama di kalangan orang tua muda yang bekerja secara hybrid atau membutuhkan bantuan sesaat untuk menghadiri acara tertentu.

“Dari situ ternyata banyak yang butuh, apalagi ibu-ibu muda yang kerja hybrid atau mau ada acara sebentar tapi enggak punya orang buat nitip anak,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis.

Awalnya, pelanggan datang dari rekomendasi mulut ke mulut sebelum akhirnya ia mulai memanfaatkan TikTok untuk menawarkan jasa pengasuhan anak. Dalam sehari, Rania bisa menerima hingga dua sampai tiga keluarga, tergantung kondisi dan durasi pekerjaan. Umumnya, ia mengambil sesi pengasuhan selama tiga hingga enam jam.

“Biasanya saya ambil per sesi tiga sampai enam jam. Paling sering pagi sampai sore karena orang tuanya kerja atau ada urusan. Tapi pernah juga dapat panggilan malam buat nemenin anak karena orang tuanya ada acara mendadak,” katanya.

Rania menekankan, fleksibilitas menjadi daya tarik utama layanan baby sitter harian. “Kalau daycare kan harus harian atau bulanan. Sedangkan baby sitter per jam dipakai saat butuh saja,” ujarnya.

Untuk tarif, Rania mematok biaya sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per jam, tergantung lokasi dan jumlah anak yang dijaga. Tugas yang dilakukan pun beragam, mulai dari menemani bermain, memberi makan, memandikan anak, hingga membantu mengurangi penggunaan gadget.

“Ada juga yang minta saya ngajak anak aktivitas biar enggak terlalu main gadget. Jadi kadang saya ajak gambar, baca buku, atau jalan sebentar di sekitar rumah,” katanya.

Permintaan jasa, menurutnya, biasanya meningkat menjelang akhir pekan dan musim liburan sekolah karena banyak keluarga membutuhkan bantuan tambahan.

Orang Tua Mencari “Waktu Bernapas”

Dari sisi pengguna jasa, Safina (36) mengaku mengenal layanan baby sitter harian melalui media sosial, khususnya TikTok. Baginya, sistem pengasuh per jam terasa lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhannya sebagai ibu yang lebih sering beraktivitas di rumah.

“Saya memilih baby sitter harian karena saya sebenarnya enggak nyaman ada orang asing tinggal menetap di rumah,” ujarnya melalui pesan WhatsApp pada Kamis.

Safina menilai layanan pengasuh per jam memberinya ruang untuk tetap memiliki waktu pribadi tanpa harus menggunakan pengasuh tetap ataupun daycare. Ia biasanya memakai jasa tersebut saat harus meeting, berolahraga, atau sekadar keluar rumah sejenak