PPGKEMENAG.ID — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera menerapkan tarif khusus untuk layanan Transjabodetabek rute Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)-Blok M. Penyesuaian tarif ini didasari oleh jarak tempuh yang jauh serta tingginya biaya parkir di Bandara Soetta.
“Kenapa yang Soekarno Hatta berbeda? Yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga cost-nya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain,” jelas Pramono.
Pramono menyebut, pengeluaran Pemprov DKI Jakarta untuk rute ini lebih besar, sehingga penerapan tarif khusus diperlukan agar beban biaya subsidi tidak membengkak. Layanan ini diketahui menggunakan 14 bus Transjabodetabek yang dilengkapi kompartemen khusus untuk meletakkan koper.
Bus akan berhenti di 23 titik dengan durasi perjalanan sekitar 121 menit. Headway antar bus diperkirakan 10-20 menit, menempuh jarak total 65,1 kilometer.
Sementara itu, tarif untuk TransJakarta dan Transjabodetabek rute lainnya tetap berlaku sama, yakni Rp2.000 untuk perjalanan pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, dan Rp3.500 di atas pukul 07.00 WIB.
Tarif Promo Berakhir
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah memberlakukan tarif promo untuk Transjabodetabek rute Bandara Soetta-Blok M sejak 12 Maret 2026, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan.
“Untuk rute SH2 Blok M ini, Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama 3 bulan terutama dalam rangka menyambut Idulfitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500 selama 3 bulan ini,” ujar Pramono.
Dengan demikian, tarif promo Transjabodetabek Bandara Soetta-Blok M resmi berakhir pada 12 Mei 2026. Setelah tanggal tersebut, tarif khusus atau normal akan diberlakukan.
Setiap perjalanan pada rute Bandara Soetta-Blok M dan sebaliknya nantinya akan dikenai biaya antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per penumpang.
“Setelah itu kami akan melakukan evaluasi, karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp10.000 sampai dengan Rp15.000,” jelas Pramono.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
