— Tanggul di Perumahan Duren Village, Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang, longsor sepanjang 10 meter pada Jumat (8/5/2026). Material tanah dan pecahan beton ambrol ke aliran Kali Wetan, memicu kekhawatiran warga akan potensi banjir yang lebih parah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tanggul setinggi sekitar satu meter itu ambrol di bagian satu sisi aliran Kali Wetan, tepatnya di samping deretan rumah warga. Kondisi ini membuat bagian jalan kecil selebar sekitar 1,5 meter di sekitar tanggul mengalami retak hampir setengah bagiannya, dikhawatirkan semakin melebar apabila hujan kembali turun.

Akibat longsor ini, akses jalan warga menuju Kampung Dukuh harus ditutup dengan karung pasir setinggi sekitar satu meter. Karung pasir dipasang di dua sisi dengan panjang sekitar 30 meter untuk mengantisipasi warga melintas di titik longsor. Sesekali warga dan pengendara motor terlihat mendatangi lokasi, penasaran melihat kondisi terkini tanggul tersebut.

Laporan Warga Tak Kunjung Ditindaklanjuti

Ketua RT 07/RW 02 Pedurenan, Danang, mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan tanggul sebenarnya sudah terlihat sejak Januari 2026 dan telah dilaporkan saat itu juga. Abrasi di bawah tanggul menjadi penyebab utama.

“Dari bulan Januari sebenarnya saya sudah lapor bahwa adanya abrasi di bawah tanggul. Itu menyebabkan tanggul menggantung karena di bawahnya sudah terkikis,” ujar Danang.

Namun, sejak laporan itu dilayangkan, ia merasa perbaikan belum juga dilakukan. Hal ini membuat kondisi tanggul semakin memburuk, terutama dalam dua pekan terakhir, ditandai dengan bagian paving block yang disebut semakin miring seiring berjalannya waktu.

“Kondisi jalan itu sebenarnya sudah kelihatan turun dia. Jadi itu kan sebenarnya paving block. Paving block itu sudah mulai enggak rata tuh, turun, turun, turun, gitu. Dan akhirnya longsor,” kata Danang.

Menurutnya, longsornya tanggul berpotensi memperparah banjir di Duren Village dan wilayah sekitar. Air dari Kali Wetan dapat lebih cepat masuk ke permukiman warga ketika debit air meningkat.

“Kalau air naik lagi, banjirnya bisa lebih parah dan lebih luas. Bisa sampai ke Jalan Hasyim Asy’ari,” kata Danang.

Kecemasan Warga

Warga Duren Village lainnya, Ananda (35), mengaku cemas dengan kondisi tanggul yang longsor di Kali Wetan. Pasalnya, posisinya berada tidak jauh dari rumah tinggalnya, yakni sekitar 100 meter.

“Kalau banjirnya naik, ini pasti bakal jadi banjir terbesar karena tanggulnya sudah ambles seperti itu,” kata Ananda.

Menurutnya, kondisi tanggul sebenarnya sudah mulai terlihat ambles sejak Januari-Februari 2026. Bahkan, kata dia, sudah dilaporkan oleh RT ke pihak Pemerintah Kota Tangerang. Namun hingga saat ini, Ananda belum melihat adanya tindakan dari pihak dinas terkait.

“Jadi udah mulai goyang-goyang dan dari pengakuan atau dari pihak RT sudah informasikan bahwa itu sudah diinformasikan ke pihak Pemda, cuma sampai sekarang belum dilakukan tindakan apa-apa,” jelasnya.

Ananda berharap pemerintah segera mempercepat perbaikan tanggul karena warga khawatir banjir datang sewaktu-waktu saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Kalau hujannya bulan ini gimana? Ini aja sudah mendung, kita sudah stres banget,” kata dia.

Penanganan Sementara dan Program Perbaikan Permanen

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi longsor dan menyiapkan penanganan sementara.

“Kita sudah cek ke lapangan. Nanti untuk perapihan yang longsor kita turunkan tim pemeliharaan,” ujar Taufik.

Menurut Taufik, perbaikan permanen tanggul sebenarnya sudah masuk dalam program tahun ini. Namun saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan pengadaan.

“Perencanaannya baru selesai. Sekarang sedang proses pengadaan barang dan jasa,” kata Taufik. Hal inilah yang membuat laporan warga yang diwakilkan oleh pihak RT 07, belum sepenuhnya dijalankan.

Pihak Dinas PUPR berencana melakukan perbaikan tanggul di sepanjang Kali Wetan dengan anggaran mencapai sekitar Rp 4,3 miliar. Namun, Taufik tidak menjelaskan secara rinci total panjang tanggul yang akan diperbaiki dengan anggaran sebesar itu.

“Saya kurang hafal tapi di sepanjang Kali Wetan itu,” kata dia.

Untuk sementara, Dinas PUPR memasang penahan darurat berupa karung pasir dan bambu guna mencegah longsor meluas sambil menunggu proses pengerjaan permanen.