PPGKEMENAG.ID — Wabah hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan Covid-19, terutama dalam hal tingkat penularannya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Penyakit Menular di Leiden University Medical Centre, Belanda, Karin Ellen Veldkamp, menyusul temuan kasus hantavirus pada Kamis (7/5/2026).
Menurut Veldkamp, hantavirus jauh lebih sulit menular antarmanusia dibandingkan dengan virus corona penyebab pandemi global beberapa tahun lalu. Perbedaan fundamental ini menjadi kunci untuk memahami potensi penyebaran virus tersebut.
“Tidak, tidak seperti itu (Covid-19). Virus ini tidak mudah menular dari orang ke orang,” ujar Veldkamp dalam wawancara eksklusif dengan AFPTV, Kamis.
Meskipun otoritas kesehatan menduga adanya penularan di atas kapal pesiar MV Hondius, Veldkamp menekankan bahwa risiko penyebarannya tidak akan masif layaknya Covid-19. Penularan antarmanusia dimungkinkan, namun dengan tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi.
“Kami tahu (penularan antarmanusia) itu mungkin terjadi dan kami menduga hal itu telah terjadi di kapal, tetapi ini tidak seperti Covid, (penularannya) jauh lebih sulit,” tambahnya.
Protokol Perawatan Pasien dan Kesiapan Medis
Rumah sakit di Leiden saat ini telah menerima satu pasien hantavirus yang tiba pada Rabu (6/5/2026) malam. Demi menjaga privasi pasien, Veldkamp tidak merinci detail kondisi, namun memastikan bahwa fasilitas medis di Belanda sangat siap menangani kasus infeksi semacam ini.
Pasien tersebut kini ditempatkan di ruang isolasi khusus di bawah pengawasan ketat staf medis yang terlatih dengan protokol pengendalian penyakit. Prinsip utama adalah memberikan perawatan terbaik dengan cara yang aman.
“Prinsip kami adalah memberikan perawatan yang baik kepada pasien. Kami sangat terlatih untuk melakukannya dengan cara yang aman,” jelas Veldkamp.
Terkait masa perawatan, pasien akan tetap diisolasi selama masih menunjukkan gejala klinis. Isolasi baru akan dicabut setelah kondisi pasien membaik dan hasil tes menunjukkan negatif.
“Kami tidak tahu persis berapa lama seseorang dapat membawa virus tersebut. Namun, kami berasumsi bahwa setelah seseorang merasa lebih baik, mereka tidak lagi menular,” katanya lagi.
Veldkamp menyatakan bahwa unit medis di Leiden sudah terbiasa menangani pasien dengan penyakit menular serupa. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik karena sistem kesehatan Belanda memiliki kapasitas yang memadai jika terjadi penambahan kasus.
Selain unit di Leiden, sejumlah rumah sakit lain di Belanda juga memiliki fasilitas isolasi dan tenaga ahli yang setara untuk menangani wabah ini. Hal ini memungkinkan pembagian beban perawatan jika diperlukan.
“Ada beberapa rumah sakit di Belanda yang bisa melakukan ini, sehingga kami bisa berbagi beban (perawatan) jika diperlukan,” pungkasnya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
