— Taiwan berhasil menggelar uji tembak torpedo perdana dari kapal selam Narwhal, armada tempur bawah laut pertama yang dikembangkan secara mandiri. Momen ini menjadi tonggak krusial bagi upaya Taipei memperkuat kemampuan pertahanan maritimnya, di tengah eskalasi tekanan militer dari China.

Narwhal, yang menjadi bagian integral dari program modernisasi militer Taiwan, dirancang untuk meningkatkan daya gentar terhadap Angkatan Laut China. Taiwan memandang kapabilitas kapal selam sangat vital guna menjaga jalur laut strategis jika terjadi konflik di kawasan tersebut.

Program kapal selam buatan dalam negeri telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama pertahanan nasional oleh pemerintah Taiwan. Langkah ini diambil menyusul klaim Beijing atas Taiwan sebagai bagian wilayahnya, sebuah klaim yang secara konsisten ditolak Taipei.

Ketegangan di Selat Taiwan terus meningkat, dipicu oleh intensifnya aktivitas militer China di sekitar pulau tersebut. Beijing hampir setiap hari menggelar latihan dan pengerahan militer sebagai bentuk penegasan klaim kedaulatannya atas Taiwan.

Pengembangan program kapal selam Taiwan memperoleh dukungan signifikan dari keahlian dan teknologi internasional, termasuk dari Amerika Serikat dan Inggris. Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Taiwan yang kerap menghadapi keterbatasan diplomatik akibat tekanan China.

Uji Coba Berhasil Verifikasi Sistem Tempur

CSBC Corp, perusahaan Taiwan yang memimpin proyek pembangunan armada kapal selam ini, mengonfirmasi bahwa uji tembak torpedo berlangsung pada Rabu (6/5/2026). Uji coba tersebut dilakukan oleh kapal selam pertama yang diberi nama Narwhal.

CSBC menyatakan, uji tembak sukses memverifikasi kemampuan operasional sistem tempur kapal selam. Kapabilitas yang teruji meliputi deteksi, pelacakan, pengendalian tembakan, peluncuran, hingga panduan torpedo.

Uji tembak torpedo ini menyusul uji coba laut bawah air perdana Narwhal yang telah dilakukan pada Januari sebelumnya. Taiwan menargetkan setidaknya dua kapal selam buatan dalam negeri dapat beroperasi penuh pada tahun 2027.

Pemerintah Taiwan juga membuka kemungkinan untuk melengkapi model kapal selam berikutnya dengan rudal, memperluas daya gempur armada bawah lautnya.

Spesifikasi dan Integrasi Armada

Kapal selam Narwhal memiliki nilai proyek sebesar 1,57 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 27,2 triliun. Kapal selam ini akan menggunakan sistem tempur buatan Lockheed Martin Corp dan dirancang untuk membawa torpedo berat Mark 48 buatan Amerika Serikat. Meski demikian, pernyataan CSBC tidak merinci jenis torpedo yang digunakan dalam uji tembak terkini.

Narwhal awalnya dijadwalkan untuk diserahkan kepada Angkatan Laut Taiwan pada tahun 2024, namun jadwal tersebut mundur akibat penundaan dalam program pengembangan. Setelah resmi beroperasi, Narwhal akan bergabung dengan dua kapal selam Taiwan yang dibeli dari Belanda pada era 1980-an.

Kehadiran Narwhal diharapkan mampu memperkuat kemampuan bawah laut Taiwan dalam menghadapi kekuatan militer China yang jauh lebih besar. Angkatan bersenjata Taiwan secara skala lebih kecil dibandingkan China.

Saat ini, China memiliki tiga kapal induk operasional, sejumlah kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir, serta terus mengembangkan jet tempur siluman, menunjukkan superioritas militernya di kawasan.